Blok Masela Harus Untungkan Rakyat Maluku

Pengelolaan gas Blok Masela di laut Arafuru, Maluku, masih terus diperdebatkan. Terutama terkait pembangunan kilang pengelolaan gasnya, apakah dibangun di darat (onshore) atau di lepas pantai (offshore).

Seiring dengan itu, Senin (11/1/2016) siang, puluhan pemuda Maluku yang tergabung dalam Lembaga Nanaku Maluku (LMN) dan Koalisi Anak Adat Maluku (KAAM) menggelar aksi massa di kantor DPRD Provinsi Maluku.

Dalam aksinya mereka menuntut agar pengelolaan gas Blok Masela bisa mensejahterakan rakyat, khususnya di Maluku. Karena itu, mereka mendesak agar Maluku mempunyai hak pengelolaan gas sebesar 50 persen.

Selain itu, mereka meminta agar pengelolan gas di Blok Masela dilakukan di darat (onshore) dengan sistim pipanisasi agar memberikan efek manfaat kepada masyarakat sekitar.

“Kami meminta Presiden Joko Widodo agar menolak upaya Menteri ESDM dan Kepala SKK Migas yang mengingnkan agar pengelolaan gas Masela dilakukan secara offshore,” ujar seorang orator, Firdaus Arey.

Selain itu, massa aksi juga menuntut agar pengelolaan Blok Masela memperhatikan persoalan ekologi kepuluan agar tidak merusak ruang kehidupan masyarakat setempat.

Tuntutan lain yang disuarakan oleh massa aksi ini adalah menuntut pemerintah agar mengakomodir anak Maluku dalam pengelolaan Blok Masela.

Muhamad Gazali

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid