BelokKiri.Fest, Melawan Propaganda Orde Baru

Soeharto sudah mati, tapi warisannya masih hidup. Tidak percaya?

Soeharto lengser dari kekuasaannya 18 tahun lalu. Namun, hingga sekarang ini, panggung politik Indonesia hanya berisikan kanan dan tengah. Belum ada kekuatan politik kirinya. Akibatnya, politik negara ini tidak punya saluran untuk mendengarkan suara kaum miskin dan terpinggirkan.

Inilah warisan Orde baru. Jangankan bicara kiri sebagai kekuatan politik, kiri sebagai gagasan saja ditindas. Buku-buku dan bacaan berbau kiri di larang. Pemikiran yang berbau kiri, seperti marxisme, sosialisme, dan marhaenisme, diharamkan.

Efeknya sangat merusak. Ketika anda bicara tentang hak-hak buruh, petani, dan rakyat miskin, maka segera cap komunis akan menempel di jidat anda. Dan jika anda bergerak untuk membela hak-hak buruh, petani, dan rakyat miskin, maka sepatu lars dan popor senapan yang akan menempel di jidat anda.

Namun, itu belum seberapa. Propaganda Orba juga masuk ke dalam ruang imaji kita, lalu membasmi semua imajinasi kita yang progressif. Akhirnya, kita menjadi miskin imajinasi. Padahal, Bung Karno pernah berpesan: “Jikalau ingin menjadi satu bangsa yang besar, ingin menjadi bangsa yang mempunyai kehendak untuk Bekerja, perlu pula mempunyai “imagination” hebat.”

Itulah mengapa melawan propaganda Orba itu penting.

Nah, dari tanggal 27 Februari sampai 5 Maret 2016, akan berlangsung BelokKiri.Fest. Festival yang digagas oleh sejumlah seniman, aktivis, dan intelektual ini berisi sejumlah kegiatan, seperti workshop komik, pameran, pemutaran film, pentas musik, dan lain-lain.

Jadwal dan tema diskusi di BelokKiri.Fest
Jadwal dan tema diskusi di BelokKiri.Fest

Juga ada diskusi atau bincang-bincang dengan tema menarik, seperti: “Menyoal Orde Baru”, “Kebudayaan yang Emansipatoris”, “Soekarnoisme, Trisakti, dan Sosialisme Indonesia”, “Membangun Kiri Baru di Indonesia”, “Marxisme untuk Pemula”, “Militerisme untuk Pemula”, “Islam Progressif”, dan lain-lain. Juga ada peluncuran dan bedah buku “Sejarah Gerakan Kiri Indonesia untuk Pemula”.

“Kegiatan ini dilakukan dengan kesadaran bahwa meski Orde Baru sudah runtuh sejak 1998, tapi praktik-praktik seperti pelanggaran HAM, kekerasan negara terhadap masyarakat, ketidakadilan sosial, diskriminasi, pembelokkan sejarah, dan lainnya masih ada,” kata Dhyta Caturani, salah satu penggagas kegiatan ini, dalam konferensi pers di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Dhyta mengatakan, BelokKiri.Fest akan menjadi corong kampanye dan pendidikan bagi masyarakat mengenai kesalahan propaganda anti sejarah dari Orde Baru yang menempatkan gerakan kiri sebagai hal yang mengancam.

“Kita ingin mengembalikan ingatan sejarah bangsa sebagai sebuah arena pembelajaran bagi generasi yang sedang tumbuh. Agar mereka sehat secara politik, sosial, sejarah, dan budaya,” ujarnya.

Festival ini akan dibuka tanggal 27 Februari 2016, jam 19.00 WIB. Selanjutnya, acara atau kegiatan akan berlangsung setiap hari sampai tanggal 5 Maret 2016, mulai pukul 10.00 s/d 18.00 WIB di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Mau tahu info lebih lanjut, silahkan berkunjung ke laman: belokkirifest.org

Muhammad Idris

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid