Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Tobayagan Meresahkan Masyarakat!

Sulawesi Utara, Berdikari Online – Aktivitas PETI di kawasan hutan Tobayagan yang meresahkan masyarakat belum ditindak tegas pemerintah dan APH. Hal tersebut menimbulkan kemarahan sejumlah elemen masyarakat Tobayagan.

Senin 17 Juli 2023 atas nama Aliansi Pergerakan Rakyat Tolak PETI (APARAT PETI) masyarakat Tobayagan melakukan unjuk rasa di kawasan kantor Pemerintahan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Unjuk rasa tersebut berpusat pada dua titik yakni kantor Bupati Bolsel dan Kantor DPRD Bolsel.

APARAT PETI menyampaikan sejumlah tuntutan di depan kantor Bupati dan meminta sikap tegas Bupati Bolsel terkait PETI di Tobayagan.

Massa aksi kemudian meninggalkan titik aksi pertama di kantor Bupati Bolsel dengan menitipkan pernyataan Mosi Tidak Percaya terhadap Pemerintah Kabupaten Bolsel khususnya Bupati Bolsel Iskandar Kamaru.

Selanjutnya massa aksi bergerak ke kantor DPRD Bolsel menyampaikan sejumlah tuntutan di depan kantor DPRD Bolsel. Setelah orasi beberapa jam, massa aksi dijemput Pimpinan Wakil Ketua DPRD Bolsel Salman Mokoagow untuk masuk ke dalam ruangan paripurna.

Massa aksi pun menyampaikan beberapa pendapat di dalam ruangan paripurna tersebut.

Ada pun yang menjadi tuntutan utama yaitu mendesak Ketua DPRD Bolsel, Kepala DLH Bolsel dan Kapolres Bolsel untuk mundur dari jabatan, mendesak DPRD Bolsel memperlihatkan bukti fisik rekomendasi pemberhentian PETI di hulu Tobayagan, stop deforestasi hutan, selamatkan masyarakat dan tindak tegas aksi premanisme, serta hentikan aktivitas PETI dan pidanakan pelakunya.

Tuntutan tersebut disampaikan di depan Pimpinan DPRD Bolsel yakni Salman Paputungan dan Hartina S. Badu.

Massa aksi yang tergabung dalam aliansi APARAT PETI sempat marah karena jawaban dari Pimpinan DPRD Bolsel terlalu bertele-tele dan seakan tidak mau mengindahkan tuntutan massa aksi. Proses negosiasi berjalan selama 3 jam. Massa aksi pun geram karena tidak menemukan titik terang.

“Jika tuntutan tersebut tidak diindahkan dalam jangka waktu 3×24 jam, maka massa aksi akan kembali dengan massa yang lebih banyak lagi,” ujar Rizky Dandy Mantal, koordinator APARAT PETI.

(Alvian)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid