Akhiri Konflik Dengan FARC, Pemerintah Kolombia Sampaikan Permintaan Maaf

Pemerintah Kolombia secara resmi menyampaikan permintaan maaf atas perannya dalam pembantaian tahun 1988 yang merupakan upaya penghancuran kekuatan Partai Persatuan Patriotik Kolombia yang memperoleh kemenangan signifikan dalam pemilu tahun itu. Pada malam 11 November 1988 pramiliter sayap kanan yang didukung aparat pemerintah menyerang penduduk kota Segovia mengakibatkan 43 orang tewas dan ratusan luka-luka.

Partai Persatuan Patriotik Kolombia merupakan sekutu FARC yang dideklarasikan tahun 1985 menyusul perjanjian damai dengan pemerintahan Belisario Bentancur. Pada pemilu 1988 ia berhasil memenangkan mayoritas mutlak, namun sebuah operasi yang dilancarkan paramiliter sayap kanan telah membunuh ratusan pimpinan dan anggotanya.

Kantor berita teleSUR melaporkan bahwa permintaan maaf ini disampaikan menyusul terjadinya kesepakatan damai antara pemerintah Kolombia dengan kelompok sayap kiri Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC). Pembicaraan damai yang difasilitasi oleh Presiden Kuba, Raul Castro, telah berjalan selama empat tahun.

Puncaknya adalah penandatanganan kesepakatan untuk mengakhiri konflik tersebut tanggal 15 Desember lalu di Havana. Bebberapa poin penting dari kesepatan ini mencakup: pembentukan Komisi Kebenaran, Perdamaian, dan Tidak Mengulangi yang akan bekerja untuk kepentingan para korban, pembentukan pengadilan khusus untuk pelaku kejahatan (baik dari pihak pemerintah maupun gerilyawan), pelucutan senjata FARC, dan transformasi FARC menjadi partai politik.

Menurut rencana, kesepakatan akhir tentang perdamaian ini akan ditandatangani bulan Maret 2016 mendatang. Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, mempersiapkan referendum untuk meminta persetujuan rakyat Kolombia terkait perjanjian damai ini pada awal 2016.

Pengacara Kolombia, Humberto de la Calle, yang memimpin negosiasi dari pihak pemerintah mengatakan bahwa keduabelah pihak telah melewati tahap yang sulit dengan dicapainya kesepakatan mengenai penanganan korban. “Saya tidak mengatakan bahwa kesepakatan ini tidak dapat dimundurkan, tapi kita telah menyelesaikan soal yang paling sulit,” ujar Humberto seperti dikutip Prensa Latina.

Konflik berdarah di Kolombia telah berlangsung sekitar setengah abad terakhir dengan memakan korban sekitar 300 ribu orang. Pihak yang bertikai termasuk pemerintah, kelompok sayap kiri FARC, dan kelompok paramiliter sayap kanan.

Mardika Putera

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid