83 Persen Penderita AIDS di Kuba Bertahan Hidup

Sistim kesehatan Kuba tidak henti-hentinya mengundang decak kagum dunia. Kali ini, Kuba mencetak sukses dalam memerangi HIV/AIDS.

Di Kuba, kasus HIV/AIDS relatif rendah dibanding negara-negara sekitarnya. Menurut data Kementerian Kesehatan Publik Kuba, hanya 0,27 persen dari penduduk Kuba yang berusia 15-49 tahun. Kumulasi pengidap HIV/AIDS di Kuba berjumlah 21.554 orang.

Dari jumlah itu, 17 persen diantaranya meninggal. Sedangkan 83 persen bisa bertahan hidup. Artinya, Kuba berhasil memberi keberlanjutan hidup kepada mayoritas pengidap HIV/AIDS di negerinya.

Bagaimana Kuba mencapai sukses itu?

Menurut Kepala Program Pencegahan STI/HIV/AID Kementerian Kesehatan Publik Kuba, Dr. María Isela Lantero, kunci keberhasilan Kuba adalah di sistim kesehatannya yang mengedepankan pencegahan.

“Karena belum ada obat untuk menghadapi virus ini sekarang ini, maka pencegahan menjadi penting untuk mengendalikan penyakit,” ujar Dr Maria.

Diantara pencegahan itu, lanjut Dr Maria, adalah mengkampanyekan perilaku seksual sehat dan langkah-langkah mencegah terinfeksi HIV/AIDS dari hubungan seksual.

Kuba juga mempromosikan dan memassalkan kondom untuk setiap hubungan seksual. Tidak hanya itu, negara komunis ini juga mendorong partisipasi rakyatnya dalam menghadapi setiap ancaman penyakit, termasuk HIV/AIDS.

Sekarang ini, kata Dr Maria, Kuba juga sudah memassalkan obat antiretroviral untuk memparpanjang hidup pengidap HIV/AIDS. Tentu saja disertai dengan kontrol untuk memastikan si penerima obat mengkonsumsi obat secara teratur dan sesuai aturan.

“Hari ini ada 17.000 orang yang rutin menerima pengobatan antiviral. Sedangkan 90 persen pengidap HIV yang tinggal di Cienfuegos mendapat perawatan,” ungkapnya.

Kuba juga menyediakan tes/pengujian HIV dan Syphilis untuk setiap perempuan hamil dan pasangannya. Ini untuk memastikan bahwa tidak ada lagi bayi yang lahir di Kuba terkena HIV dan Syphilis.

Nah, jika seorang ibu hamil positif mengidap HIV, dia akan mendapat perawatan khusus: mulai dari obat, pengganti menyusui dan persalinan cesar. 95 persen perempuan Kuba yang positif HIV tahu akan status HIV mereka dan rutin mengkonsumsi obat antiviral.

Dan saudara-saudara, tahun 2015 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menobatkan Kuba sebagai satu-satunya negara di dunia yang berhasil mengeliminasi penyebaran HIV dan Syphilis dari ibu ke bayi yang dilahirkannya.

“Kami negara pertama di dunia yang berhasil memastikan tidak ada bayi yang tertular HIV dan Syphilis dari ibunya,” kata Dr Maria.

Kunci sukses Kuba yang terpenting adalah sistim kesehatannya yang gratis, universal dan berkualitas, yang memungkinkan setiap orang Kuba bisa mengakses layanan kesehatan.

Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid