ASEAN Diminta Peduli Soal Keadilan dan Demokrasi Ekonomi

Dialog 10 anggota APHR (Asean Parliamentarian for Human Rights) dengan 300 an peserta Asean People’s Forum berlangsung di Dili Convention Hall, Dili, Timor Leste, Selasa (2/8/2016). Dialog yang menggunakan 3 pilihan bahasa, yaitu Indonesia, Inggris dan Tetum, itu dipandu oleh Hugo Fernandez dari The Asia Foundation Dili.

Topik penting yang mengemuka adalah isu perampasan tanah, air, hutan atas nama pembangunan di perkotaan maupun pedesaan yang dialami oleh petani, masyarakat adat dan kaum minoritas di Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Philipina dan Indonesia.

Peran parlemen digugat karena tidak membantu perlindungan hak ekonomi korban baik, di tingkat Legislasi maupun di advokasi lapangan.

“Apa hasil ber-ASEAN jika kemiskinan bertambah di kawasan ini?” kata seorang peserta dengan nada kesal.

Rachada Dhnadirek, anggota parlemen dari Thailand, menjawab, “APHR sudah mengirim Tim ke daerah-daerah sungai Mekong dan menulis laporan khusus tentang hal tersebut.”

Selain itu, kata dia, APHR sudah menyampaikan rekomendasi-rekomendasi ke ASEAN, tetapi tampaknya tidak ada mekanisme internal ASEAN untuk menindaklanjutinya.

Topik penting lainnya adalah terkait hukuman mati yang masih dipraktekkan di kawasan ASEAN yang tidak sesuai standard HAM. Indonesia mendapat sorotan khusus soal ini termasuk penunjukan pak Wiranto sebagai Menko Polhukam.

“Saya tetap anti hukuman mati, dan terus berjuang untuk moratorium, syukur bisa menghapuskannya. Semoga ini jadi keputusan APF juga sehingga akan pula menjadi agenda APHR,” jawab Eva Sundari, anggota parlemen yang mewakili Indonesia.

Anggota APHR dari Malaysia, Katshuri Patto, mengingatkan ASEAN untuk mewaspadai menguatnya ideologi dan gerakan radikalisme. “Bukan saja uang yang bisa dikorupsi, gerakan radikal juga mengkorup demokrasi dan menyebabkan erosi demokrasi,” jelasnya.

APHR siap berpartner dengan APF, selain dengan puluhan partner di seluruh Asean sejak 2004 saat pertama kali berdiri. Faktanya, APHR juga diminta beberapa organisasi sipil untuk menyelenggarakan diskusi dengan topik-topik khusus selama kegiatan APF berlangsung. (AJS)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid