Ratusan Ribu Rakyat Iran Demo Anti-Trump

Ratusan ribu rakyat Iran turun ke jalan-jalan di berbagai kota untuk memprotes politik permusuhan yang ditabuh oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada hari Jumat (10/2/2017).

Aksi protes ini bertepatan dengan peringatan 38 tahun Revolusi Islam Iran yang berhasil menggulingkan rezim boneka AS, Shah Mohammad Reza Pahlevi.

Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk bertuliskan “Matilah Amerika”. Mereka juga membakar bendera Amerika Serikat dan patung Presiden Donald Trump.

Namun, di tengah-tengah massa aksi juga tampak banyak spanduk bertuliskan “Terima Kasih untuk Rakyat Amerika yang melindungi Kaum Muslimin”.

Di Teheran, Ibukota Iran, massa berkumpul Azadi Square atau Lapangan Kemerdekaan. Presiden Iran Hassan Rouhani dan sejumlah pejabat tinggi Negara tampak hadir di tengah aksi protes itu.

“Beberapa tokoh tidak berpengalaman di kawasan ini dan Amerika mengancam Iran…Mereka harus tahu bahwa bahasa ancaman tidak pernah mempan untuk Iran,” kata Hassan Rouhani kepada kumpulan massa di Lapangan Azadi.

“Kami tidak ingin ada ketengangan, tapi kami akan bersatu jika ada gertakan atau ancaman.”

Sebuah pernyataan bersama yang dibacakan di aksi tersebut menyebut Amerika Serikat sebagai “musuh nomor satu” bagi Negara dan Rakyat Iran. Pernyataan itu juga menyatakan bahwa keamanan Republik Islam Iran “tidak bisa ditawar-tawar”.

Pernyataan itu juga menyebut program peluru kendali sebagai bentuk upaya Republik Islam menjaga keamanan dan kedaulatan nasionalnya. Mereka menolak segala upaya campur tangan asing terhadap urusan dalam Negeri Iran.

Beberapa hari sebelum aksi ini, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengeluarkan seruan agar Rakyat Iran turun ke jalan pada hari Jumat untuk menunjukkan bahwa mereka tidak takut pada “ancaman AS”.

“Dia (Trump) mengatakan kau harus takut pada saya. Tidak! Rakyat Iran akan menanggapi perkataannya pada 10 Februari dan akan menunjukkan pendirian mereka terhadap ancaman itu,” kata pemimpin tertinggi Iran itu.

Hubungan Iran dan AS makin tegang setelah Donald Trump dilantik sebagai Presiden AS. Tanggal 27 Januari lalu, Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang pengungsi dan pendatang dari 7 negara Islam, termasuk Iran.

Akhir minggu lalu, setelah Iran melakukan uji-coba rudal kendali, Presiden Trump kembali mengeluarkan “peringatan” kepada Republik Islam Iran.

Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid