Ratusan Ribu Orang Menghantar Cristina Fernandez

Ratusan ribu orang berkumpul di Plaza de Mayo untuk mengucapkan selamat jalan kepada Presiden Argentina, Cristina Fernandez. Malam Kamis ini merupakan malam terakhir keberadaan Cristina di Istana presiden setelah delapan tahun memerintah dalam dua periode.

Seorang diri di atas panggung yang membelakangi istana presiden, menghadap ratusan ribu massa, Fernandez menyampaikan pidatonya yang terakhir sebagai presiden.

“Saudara Setanahair, saya ingin mengatakan pada kalian bahwa saya juga mendengarkan kalian dan akan selalu mendengarkan,” katanya kepada sekitar 700.000 orang yang berkumpul di Plaza de Mayo.

Setelah menyampaikan rasa terimakasihnya, Cristina Fernandez mengatakan bahwa hal terbesar yang telah coba ia berikan kepada rakyat adalah pemberdayaan rakyat.

Ia juga menyampaikan pesan kepada pemerintahan baru Mauricio Marci, yang sebelumnya adalah gubernur sayap kanan Buenos Aires. “Saya mengharapkan Argentina tanpa sensor atau represi, Argentina yang lebih bebas daripada sebelumnya”.

Untuk industrialisasi suatu negeri, investasi sosial dan dukungan dari kelas pekerja merupakan hal yang dibutuhkan, kata Fernandez, dengan merujuk pada salah satu kebijakan pemerintahannya yang mendukung penguatan ekonomi.

Dalam kaitan ini, ia mengatakan bahwa tidak ada pemerintahan di Argentina sebelumnya yang memiliki kepedulian seperti untuk kesehatan, pendidikan, kemajuan teknologi, kesetaraan dan penyertaan sosial sebagaimana pemerintahan yang dipimpin oleh mantan Presiden Nestor Kirchner dan dirinya sendiri.

Aktivitas terakhir Cristina di Casa Rosada adalah menempatkan patung untuk menghormati Nestor Kirchner di Aula Busts. Presiden Bolivia, Evo Morales, ada di sana bersamanya.

Dalam sambutannya selama acara ini, Cristina Fernández ingat bahwa meskipun Néstor menjabat (pada tahun 2003) dengan dukungan paling sedikit dalam sejarah, tapi ‘ia membangun sebuah Argentina baru dengan  keyakinan, keberanian, tekad dan visi strategis’.

Dua belas tahun proyek nasional kerakyatan menempatkan negara ini pada posisi yang lebih tinggi telah selesai, bahkan ketika lawan yang kesal ingin menyangkalnya, menyembunyikannya atau mendiskreditkannya.

Hari ini prestise internasional Argentina meningkat, memiliki industri yang kuat, hak-hak sipil dan hak asasi manusia yang terkonsolidasi, kemajuan substansial di berbagai bidang, program kesehatan seperti imunisasi nasional dan pencapaian teknologi di bidang nuklir atau satelit.

Namun negeri ini terbelah dengan adanya perubahan mandat. Macri terpilih dengan perolehan 51 persen suara pemilih, sementara kandidat Front untuk Kemenangan, Daniel Scioli, memperoleh 49 persen dukungan pada pilpres 22 November.

Ini untuk pertamakalinya dalam sejarah Argentina sayap kanan naik ke kekuasaan lewat pemilu atau bukan lewat kudeta militer.

Macri menghadapi tantangan besar, khususnya dalam mengatur rakyat yang dalam beberapa tahun terakhir terbiasa menegaskan hak-hak dan kebebasan demokratik mereka.

Pembelahan yang ternyatakan dalam pemilu lalu sangat dipengaruhi oleh kampanye media yang intens selama empat tahun terakhir, yang dirancang untuk mendorong kebencian, penolakan dan bahkan penghinaan kepada proyek kerakyatan dan pemimpinnya Cristina Fernández. Hal itu efektif bagi sebagian penduduk.

Namun, saat ini, 18 hari setelah pemilu, menurut Prensa Latina, beberapa orang Argentina yang memilih Macri mengaku bahwa mereka mungkin telah melakukan kesalahan.

(Diterjemahkan Mardika Putera dari Prensa Latina)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid