Pertemuan New York Tersandung Status Presiden Assad

Menteri Luar Negeri dan diplomat dari  19 negara hadir dalam pertemuan di New York untuk membicarakan solusi politik bagi konflik Suriah. Di antara mereka termasuk pihak-pihak yang berbeda posisi dalam menyikapi situasi Suriah seperti AS, Turki, Arab Saudi, Iran, dan Rusia.

“Kita perlu memastikan bahwa proses politik merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan dalam menghadapi parahnya ancaraman yang dilakukan terorisme internasional,” ujar Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, di Hotel Palace, New York City.

Dalam pertemuan sebelumnya di Vienna, negara-negara ini sepakat untuk memulai perundingan damai yang melibatkan pihak oposisi dan pemerintah Suriah mulai Januari 2016 yang diikuti dengan kesepakatan gencatan senjata. Akan tetapi target tersebut tampaknya akan sulit tercapai dengan masih adanya perbedaan dalam prinsip, yakni masa depan Presiden Bashar al Assad.

Sampai sejauh ini, negara-negara yang mendukung pemberontak di Suriah seperti AS, Turki, Arab Saudi dan Qatar, masih bersikukuh bahwa Assad harus mundur dari posisinya. Demikian halnya kelompok oposisi mengatakan mereka inginkan sebuah transisi politik tanpa keterlibatan Assad.

Sementara Rusia dan Iran bersikukuh bahwa keterlibatan Assad dalam proses perdamaian adalah mutlak, dan masa depan Assad sepenuhnya diserahkan kepada kedaulatan rakyat Suriah yang ditentukan lewat pemilu damai.

Perbedaan lainnya dalam pertemuan ini adalah perihal daftar organisasi oposisi yang akan dilibatkan dalam perundingan. Iran menolak keterlibatan organisasi Ahrar al-Sham salah satu kelompok oposisi di Suriah karena terindikasi memiliki hubungan dengan kelompok teroris Front al-Nusra.

Eskalasi kekerasan di Suriah telah berlangsung sejak Maret 2011 dengan korban jiwa mencapai 250 ribu hingga 300 ribu orang dan memaksa jutaan penduduknya mengungsi. AS dan sekutunya diduga kuat ingin menyingkirkan Bashar al Assad yang selama ini menolak tunduk pada keinginan Washington. Posisi Assad ini didukung oleh dua sekutu dekatnya Iran dan Rusia.

(TeleSUR/Press/Al-Jazeera)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid