Perjalanan Mengawal UU TPKS

12 April menjadi gong besar bagi masyarakat Indonesia:  disahkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Kehadiran UU tersebut menjadi payung perlindungan korban kekerasan seksual, namun implementasi dalam mencegah sekaligus memutus rantai kekerasan seksual belum memadai. Misalnya kasus revenge porn yang dilakukan mahasiswa Banten bernama Alwi Husen Maolana (22) terhadap korban perempuan (23) di Pandeglang dan beberapa kasus tindak kekerasan seksual yang diselesaikan di luar pengadilan yang berujung damai dan merugikan korban.

Dalam perjalanan satu tahun, keberlangsungan implementasi UU TPKS masih sangat tertatih-tatih. Mekanisme perlindungan korban, saksi dan restitusi dengan Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) juga belum sepenuhnya optimal dalam pelaksanaan UU TPKS. Menurut penulis, selama ini LPSK bekerja sesuai UU perlindungan Saksi dan Korban. Belum untuk pelaksanaan dengan UU TPKS. Dalam pendampingan korban juga regulasi yang berjalan saat ini hanya ada pendamping yang sekadar datang tetapi tidak membangun upaya-upaya untuk korban berdaya dan pulih menjalani kehidupan normal.

Selain itu, pemahaman aparat penegak hukum terkait unsur-unsur tindak pidana dalam UU TPKS juga belum optimal. Hambatan lainnya ada perbedaan pemahaman dan penafsiran UU TPKS dengan Jaksa Penuntut Umum ketika menangani perkara kekerasan seksual.

Sepuluh Peraturan Pelaksana yang disederhanakan menjadi tujuh terdiri dari empat Peraturan Presiden  (Perpres) dan tiga Peraturan Pemerintah (PP) harus segera dirampungkan. Pengawalan pada penyusunan peraturan pelaksana juga menjadi poin penting.  Harmonisasi UU TPKS dengan peraturan lain harus terlihat serasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan pembaruan hukum di UU TPKS tetap termuat. Aturan teknis sudah menjadi kebutuhan mendesak karena efektivitas UU TPKS sudah seharusnya diletakkan dalam pionir utama kemampuan hukum untuk menyelesaikan berbagai persoalan terkait kekerasan seksual yang terjadi di negeri ini.

(Alvina Lili Nurlita)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid