Penampilan Duo Wolańska Gajda di Jakarta

Duo Wolańska Gajda, duet musisi berbakat dari Polandia  merupakan duet yang unik dan menarik dari dua musisi dengan instrumen yang berbeda : Julia Wolańska memainkan piano sedangkan Michał Gajda: accordion. Biasanya piano berduet dengan biola atau instrument lainnya. Penampilan yang tidak biasa ini disuguhkan Kedutaan Besar Republik Polandia di Indonesia untuk publik Jakarta sebagai bagian dari Perayaan Seabad Kemerdekaan Polandia; bertempat di IFI- Institut Français d’Indonésie, 22 Maret 2018.

Sebagaimana pertunjukkan Duet pada umumnya, keduanya melalui alat musik masing-masing berusaha menciptakan dialog. Pada malam penampilan di Jakarta ini, keduanya seakan tak cukup hanya dengan memainkan instrument musik sewajarnya tapi juga di luar itu selain memukul badan piano dan akordion  seperti dilakukan  Julia dan Michał, keduanya juga tampak  menteatrikalisasi untuk  memaksimalkan daya ungkap nada-nada musik yang dimainkan baik dengan tatapan mata atau berdiri sebagaimana dilakukan Julia.

Penampilan Duet Wolańska Gajda sederhana  dan enak didengar: terkadang muncul suasana ceria pedesaan yang akrab bagaikan burung-burung yang saling bersautan dalam nada piano dan akordion walau kadang rasa murung dan ngelangut menggelayuti.  Keduanya juga memainkan komposisi karya Witold Lutosławski, komponis dan konduktor ulung Polandia (1913-1994) dan tak lupa, potongan komposisi dari Maestro Pianist Polandia yang namanya cukup populer bagi publik Indonesia:  Frédéric Chopin (barangkali melalui film The Pianist, 2002 yang menampilkan Nocturne C sharp minor, dan tentu saja film Chopin: The Desire for Love, 2002 ).  “Ini adalah teriakan revolusi, kemarahan dan juga harapan,” kata Julia mengantarkan Etude in C Minor, Op. 10, No. 12 yang sering diberi judul ‘Revolutionary’ yang melukiskan harapan Chopin (1810-1849) ketika Polandia dijajah  Rusia. Sebagai gambaran, negara Polandia hampir bisa dikatakan tidak ada antara tahun 1795 – 1918. Sesudah Perang Dunia Pertama itulah kembali muncul Negara Polandia yang merdeka hingga dihancurkan Nazi-Jerman pada tahun 1939.

***

Duo Wolańska Gajda didirikan tahun 2014. Keduanya adalah alumni Akademi Musik  I. J Paderewski  di Poznan, Polandia; menerima penghargaan:  1st Prize  at International  Music Competition  in Val Tidone, Italy (2015), Top Winner Prize at XXV Ibla Grand Prize World Music Competition in Ragusa/Sicily (2016), dan 1st Prize in the 54th  International  Accordion Competion in Klingenthal  (2017).  Pada bulan Mei 2017, keduanya tampil di Carnegie Hall, New York dan Berlin Philharmonic.

Dalam repertoar mereka, dapat kita temukan komposisi yang original ditulis memang untuk duet piano dan akordion. Kita pun menemukan nada-nada musik Baroque hingga Tango contemporer. Begitulah Duo Wolańska Gajda menutup penampilan mereka di Jakarta dengan  alunan Libertango, Astor Pantaleón Piazzolla (1921-1992) seorang komponis Argentina, seakan mengajak pendengar dan penonton menari Tango bersama: menikmati kegembiraan perayaan seratus tahun Kemerdekaan Republik Polandia. Bravo!

AJ Susmana

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid