Pembohongan dan Propaganda

Kebohongan politik selalu ada. Itu merusak mereka yang berbohong dan mereka yang percaya kebohongan. Kita tahu bahwa kita sedang dibohongi, namun kita secara konsisten berpura-pura percaya dan kemudian mengempis ketika kepercayaan kita, sekali lagi, terbukti tidak dapat dibenarkan.

Ketika kita pergi untuk memilih pada pemilu berikutnya, kita percaya lagi. Kita memilih untuk tidak menghubungkan kata-kata politisi saat pemilu dengan perbuatannya di kemudian hari. Kita ingin percaya pada kebaikan mereka yang memerintah atau mereka yang mewakili kita.

Kita Mudah Tertipu

Sains sedang diserang. Ironisnya, senjata-senjata itu adalah produk sains itu sendiri: penyebaran informasi yang menyesatkan, perusakan data untuk ‘membuktikan’ klaim tentang apa pun, penggalian data yang tidak terganggu oleh hipotesis apa pun tentang apa yang mungkin kita temukan.

Disinformasi disebarkan melalui Internet. Perusakan data didorong oleh desakan ilmuwan pada bukti empiris. Penambangan data didorong oleh data besar dan komputer canggih yang dibuat oleh para ilmuwan.

Pertanyaan yang lebih luas adalah apakah prakarsa pendidikan apa pun akan menghasilkan banyak manfaat. Sebagai spesies, manusia selalu sangat bias dan mudah tertipu. Kecerdasan mentah, jika ada, tampaknya tidak memberikan banyak perlindungan terhadap informasi yang salah.

Propaganda

Kata ‘propaganda’ berasal dari bahasa Latin ‘propagare’, yang berarti ‘menyebarkan’ atau ‘menyebarluaskan’, dan berasal dari konteks memajukan kegiatan misionaris Katolik. Namun, penggunaan kontemporernya berkonotasi dengan penyebaran ide atau ideologi melalui cara apa pun, seringkali bersifat negatif dan manipulatif. Oleh karena itu, beberapa orang memandang konsep ‘propaganda positif’ sebagai sebuah oxymoron karena asosiasi kata tersebut dengan ‘manipulasi’.

Namun, propaganda juga dapat membawa transformasi nyata dari pola pikir publik untuk kebaikan. Martin Luther King Jr percaya akan perlunya propaganda positif, seperti yang dilakukan WEB Du Bois yang berbicara tentang kekuatan propaganda dalam seni. Penggunaan kata dan gambar yang cerdas sangat penting untuk usaha ini.

Beberapa akademisi berusaha membedakan propaganda dari persuasi politik yang sah. Tapi upaya ini kacau dalam jargon dan definisi. Mereka sering juga meremehkan atau mengabaikan pentingnya hubungan masyarakat dan sejarah bagaimana alat propaganda modern berkembang satu abad yang lalu. Pengaruh besar psikologi Bernays dan Freudian tentang bagaimana propaganda telah digunakan di dunia kontemporer sangat penting untuk memahami bagaimana propaganda dapat digunakan untuk tujuan positif dan negatif.

Propaganda, untuk tujuan baik atau buruk, adalah bentuk persuasi khusus yang memanfaatkan sisi nonrasional dan emosional manusia. Persuasi yang berfungsi dengan cara ini adalah propaganda.

Sementara banyak orang di bidang akademik dan publik berusaha untuk membuktikan pendapat mereka dan mengubah perspektif orang lain melalui fakta, analisis, dan argumentasi, mungkin ada cara penting lainnya untuk mencapai tujuan. Pemahaman yang lebih baik tentang propaganda, dan bagaimana menggunakannya sebagai alat untuk mengubah atau mendidik orang, dapat memajukan dunia secara positif.

‘Manipulasi yang sadar dan cerdas dari kebiasaan terorganisir dan pendapat massa merupakan elemen penting dalam masyarakat demokratis. Mereka yang memanipulasi mekanisme masyarakat yang tak terlihat ini membentuk pemerintahan tak terlihat yang merupakan kekuatan penguasa sejati negara kita.’ (Propaganda, Edward Bernays)

RJ. Endradjaja – Pengamat Pinggiran

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid