PRIMA: Modal Kita adalah Gotong-Royong

Jika tak ada aral melintang, tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan mulai bergulir pada 14 Juni mendatang. Lalu, pada 1-7 Agustus 2022, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan membuka pendaftaran partai politik calon peserta pemilu.

Kalau dihitung mundur, jadwal pendaftaran Parpol peserta pemilu tinggal 68 hari. Waktu yang semakin sempit itu mengharuskan parpol, terutama parpol baru dan non-parlemen, untuk memanaskan mesin politik agar bisa berlari kencang.

Salah satu partai yang sedang sibuk-sibuknya memanaskan mesin politik adalah Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA). PRIMA adalah satu dari 75 parpol yang diumumkan oleh Kemenkumham pada 17 Februari 2022 sudah memiliki status berbadan hukum.

Partai yang mengusung tagline “partainya rakyat biasa” ini baru saja menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-2 pada Sabtu, 21 Mei 2022.

Rakornas diselenggarakan secara virtual dengan melibatkan seluruh pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), dan Dewan Pimpinan Kota/Kabupaten (DPK).

Ketua Umum PRIMA Agus Jabo Priyono mengajak seluruh pengurus dan kadernya agar benar-benar memanfaatkan waktu yang tersisa untuk melengkapi syarat-syarat administrasi sesuai ketentuan Undang-Undang Pemilu.

“Gunakan waktu sebaik-baiknya untuk melengkapi syarat administrasi dan syarat-syarat lainnya,” katanya saat menyampaikan pidato pembukaan acara Rakornas tersebut, Sabtu (21/5/2022).

Agus Jabo mengingatkan, aspek administrasi merupakan kunci dalam proses pendaftaran dan verifikasi parpol. Apalagi, KPU sudah memastikan akan menggunakan Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) dalam tahapan Pemilu 2024.

“Administrasi kita harus terus dilengkapi dan diverifikasi. Yang kurang kita lengkapi, yang sudah ada kita periksa lagi, agar tak ada kendala pada saat pendaftaran,” pesannya.

Perludem pernah menyebut pemilu Indonesia sebagai rezim administrasi karena kompleksitas dan rumitnya persyaratan dan proses verifikasi Parpol peserta pemilu.

Namun, Agus Jabo mengingatkan, partainya punya modal besar untuk menghadapi verifikasi KPU maupun persaingan pemilu 2024.

“Ingat, kita adalah partainya rakyat biasa. Dan kekuatannya rakyat biasa itu adalah gotong-royong,” katanya.

Menurutnya, jika partai-partai oligarki mengandalkan kekuatan finansial yang besar, maka partainya rakyat biasa bertumpu pada gotong-royong.

“Mari kita bergotong-royong untuk mewujudkan mimpinya rakyat biasa, yang juga mimpinya para pendiri bangsa, yaitu masyarakat adil dan makmur,” serunya.

Dia berharap, pengurus dan kader-kader PRIMA terus berada dan bekerja di tengah-tengah rakyat biasa. Pengurus dan kader PRIMA dituntut untuk selalu mendengar dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

Selain memanaskan mesin lewat Rakornas, PRIMA juga aktif untuk memastikan mesin-mesin organisasinya di daerah, terutama DPW dan DPK, bisa bekerja secara efektif.

Pengurus DPW dan DPK didorong untuk menjalankan aktivitas organisasi, baik secara politik maupun organisasi. Secara politik, pengurus DPW dan DPK rajin merespon isu-isu lokal yang menyangkut kepentingan rakyat.

Selain itu, pengurus DPW dan DPK juga rajin melakukan sosialisasi  dan silaturahmi politik dengan berbagai organisasi sosial, pemerintah setempat, dan lembaga penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu).

Di tingkat nasional, PRIMA aktif merespon isu-isu nasional berskala besar yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak, seperti isu korupsi, konflik agraria, perburuhan, lingkungan, dan demokrasi.

PRIMA merupakan satu-satunya partai politik yang berani bersuara lantang mempersoalkan keterlibatan sejumlah tokoh penyelenggara Negara dalam skandal bisnis polymerase chain reaction (PCR).

Bahkan DPP PRIMA pernah membawa kasus PCR ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 4 November 2021. Meskipun, dalam perjalanannya pasca pelaporan, kasus ini tidak tampak diseriusi oleh KPK.

Kecekatan PRIMA merespon isu-isu besar membuatnya sering mendapat sorotan media massa, termasuk media arus utama.

Hasilnya, berdasarkan hasil pantauan media Perludem terkait pemberitaan Parpol di televisi pada 18 oktober-31 desember 2021, PRIMA masuk dalam jajaran parpol yang muncul di pemberitaan televisi, meskipun persentasenya memang lebih kecil dibanding partai-partai yang dikendalikan oleh para oligark media.

Di palagan media sosial, PRIMA juga merupakan salah satu partai yang aktif bergerilya di hampir semua kanal media sosial, terutama facebook, twitter, instagram, youtube, dan TikTok.

MAHESA DANU

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid