Maduro: Pemilu 6 Desember adalah ‘Pertempuran’ untuk Masa Depan Venezuela

Pemilihan Majelis Nasional Venezuela mendatang akan menentukan masa depan revolusi sosialis di negara itu, ujar Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, Senin (30/11).

“Ini adalah pertempuran penting bagi masa depan perdamaian dan untuk anak-anak kita,” kata Maduro.

Dalam pidato menyerukan pendukungnya untuk memilih, Maduro memperingatkan, “Tidak seorang pun yang bisa menjadi terlalu percaya diri pada 6 Desember ini.”

Rakyat Venezuela akan mendatangi tempat pemungutan suara pada hari Minggu mendatang untuk memilih anggota Majelis Nasional yang baru. Partai sosialis yang berkuasa, PSUV, telah berikrar untuk melanjutkan kebijakan sosial dan ekonomi yang progresif jika ia mempertahankan posisi mayoritas di parlemen. Sayap kanan oposisi mengatakan akan berusaha untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Pemilu ini diharapkan menjadi salah satu yang paling tertutup dalam sekian tahun, dan pemerintah telah berulang kali menyatakan keprihatinan bahwa oposisi bisa menggunakan kekerasan jika mereka kalah.

Demonstrasi anti-pemerintah berubah menjadi aksi kekerasan setelah Maduro terpilih dalam pemungutan suara tertutup pada tahun 2013. Di awal 2014, kelompok sayap kanan menggelar kampanye lain dengan kekerasan di jalanan, menyerukan Maduro untuk mengundurkan diri.

Dalam kurun waktu hingga pemilu 6 Desember nanti telah dirusak oleh pembunuhan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal (geng) tertentu terhadap seorang tokoh oposisi. Pihak yang berwenang menduga tokoh ini telah terjerat dalam organisasi kriminal lokal.

Sebagai tanggapan, Venezuela telah mengeluarkan seruan gerakan solidaritas internasional untuk tetap “waspada” seiring dengan pemilu yang semakin dekat.

Diterjemahkan dari Telesur oleh Mardika Putera

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid