Jutaan Rakyat Indonesia Tinggal di Kawasan Rawan Bencana

Pemerintah Indonesia perlu menyiapkan upaya penanggulangan bencana. Sebab, ada ratusan juta rakyat Indonesia yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, sebanyak 148,4 juta rakyat Indonesia tinggal di daerah rawan gempa bumi, 5 juta di daerah rawan tsunami, 1,2 juta penduduk di daerah rawan erupsi gunung api, 63,7 juta jiwa di daerah rawan banjir, dan 40,9 juta jiwa tinggal di daerah rawan longsor.

“Setiap tahun negara mengalami kerugian sebesar Rp30 triliun akibat bencana,” ungkap Kepala BNPB, Willem Rampangilei, di UGM Yogyakarta, Selasa (20/2/2017).

Lebih lanjut, Willem mengungkapkan, ada  386 kabupaten/kota di Indonesia yang berada di zona bahaya sedang-tinggi gempa bumi. Kemudian ada 233 kabupaten/kota berada di daerah rawan tsunami dan 75 kabupaten/kota terancam erupsi gunung api.

Selanjutnya ada 315 kabupaten/kota berada di daerah bahaya sedang-tinggi banjir dan 274 kabupaten/kota di daerah bahaya sedang-tinggi bencana longsor.

“Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimanatan Timur, dan Aceh merupakan lima provinsi terbanyak terpapar bencana selama 2016,” ungkapnya.

Sepanjang 2016, ungkap dia, provinsi Jawa Tengah mengalami bencana paling banyak, yakni 639 kali bencana alam. Disusul  Jawa Timur dengan 409 kejadian bencana, Jawa Barat 329 kali bencana, Kalimantan Timur 190 kali bencana, dan Aceh 83 kali bencana.

Kemudian, lanjut dia, sebanyak 92 persen bencana yang terjadi di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi.

Peningkatan bencana disebabkan oleh faktor alam seperti perubahan iklim dan faktor antropogenik, seperti degradasi lingkungan, pemukiman di daerah rawan bencana, DAS kritis, urbanisasi, dan lainnya.

“Sepanjang tahun 2016 terjadi 2.384 bencana, dan jumlah ini meningkat dibanding tahun 2015 sebanyak 1.732 bencana,” ujarnya.

Di tahun 2016, bencana yang paling banyak adalah banjir, yakni 775 kali. Malahan, daerah rawan banjir meluas di beberapa daerah yang tidak pernah mengalami banjir, seperti di Garut, Pangkal Pinang, Kota Bandung, Kota Bima, dan Kemang Jakarta.

“19 juta masyarakat Indonesia terancam banjir dan longsor akibat hujan yang terjadi sepanjang bulan Januari-Februari 2017 dan 175 ribu masyarakat yang terdampak,” paparnya.

Mengatasi potensi bencana itu, Willem menekankan perlunya upaya penanggulangan bencana atau disaster management untuk meminimalkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian akibat bencana.

Menurutnya, ada tiga poin penting dalam penanggulangan bencana, yaitu menjauhkan masyarakat dari bencana, menjauhkan bencana dari masyarakat, dan hidup secara harmonis dengan bencana.

Dia menegaskan, penanggulangan bencana membutuhkan kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta.

Rahmad

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid