JAMAN: Relawan Jangan Seret Presiden dalam Politik Pilkada

Jelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017, suhu politik Jakarta mulai memanas. Sejumlah organisasi, tidak terkecuali relawan pendukung Jokowi, mulai menyatakan dukungan terhadap figur tertentu.

Mencermati situasi itu, Ketua DPD Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) DKI Jakarta, Eddy Setiawan, meminta relawan Jokowi tidak menjebak Presiden Joko Widodo dalam politik Pilkada.

Sebab, kata dia, presiden mempunyai tugas dan tanggung jawab lebih berat, yaitu menyelamatkan Indonesia dalam ancaman krisis global yang mulai menghantui dan berkonsentrasi membangun negeri dari pinggiran.

“Relawan Jokowi harusnya bekerja mengawal program pemerintahan kabinet Kerja yang tercantum dalam Nawacita dan Trisakti yang merupakan amanat politik rakyat Indonesia dalam Pemilu Presiden 2014 lalu,” kata Eddy melalui siaran pers, Sabtu (25/6/2016).

Menurut Eddy, Pilihan politik untuk melakukan dukungan terhadap salah satu calon dalam pilkada DKI Jakarta bisa diserahkan ke masing-masing organisasi relawan.

“Setiap organisasi relawan saling menghormati pilihan politik masing-masing dengan membangun nuansa demokratis, tepa seliro dan gotong royong,” himbau Eddy.

Terkait Pilgub DKI Jakarta, Eddy punya kriteria sendiri. Menurut dia, calon pemimpin DKI Jakarta kedepan harus bisa bekerja untuk rakyat,  bukan untuk memenuhi kebutuhan kapital.

“Mempunyai program yang tertata baik untuk kepentingan rakyat Jakarta. Tidak menggusur rakyat jelata tanpa solusi, serta tidak tumpul ke atas,” paparnya.

Dia mengatakan, kegaduhan yang berlebihan dapat menghilangkan esensi dari  budaya demokrasi partisipatoris dan rasional. Sebab, sebagai Ibukota negara, sudah sepatutnya Pilkada DKI Jakarta berbasiskan pemilih rasional dan programatik.

Muhammad Idris

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid