Gerakan Menagih Janji Jokowi Bangun Pasar Untuk Mama Di Papua

Di media sosial muncul gerakan menagih janji Presiden Joko Widodo untuk segera memenuhi janjinya membangun pasar untuk mama-mama pedagang di Papua.

Di twitter muncul hashtag #BangunPasarMama beserta foto-foto pengguna twitter sedang memegang poster bertuliskan: Jokowi, #BangunPasarMama, Stop Tipu-Tipu.

Bagai gayung bersambut, gerakan ini mendapat respon luas dari netizen, baik di facebook maupun twitter. Ada ratusan orang yang kini memajang foto dengan isi poster yang sama.

Awalnya, ada seruan dari gerakan Papua Itu Kita untuk bersolidaritas kepada mama-mama pedagang Papua di Jayapura.

“Mari bersolidaritas pada Mama Mama Pedagang Pasar Papua di Jayapura. Unggah foto dengan tagar ‪#‎BangunPasarMamaPapua di akun FB/Twitter anda. Kirimkan juga ke page ini, atau mention kami via twitter https://twitter.com/PapuaItuKita,” demikian bunyi seruan itu di halaman facebook Papua Itu Kita, Senin (15/2/2016).

Krock Robert Jitmau dari Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) mengungkapkan, gerakan #‎BangunPasarMamaPapua merupakan inisiatif dari komunitas Papua Itu Kita di Jakarta dan SOLPAP di Papua.

“Gerakan ini bermula karena sudah 1 tahun janji Jokowi bangun pasar khusus untuk Mama-mama di tengah kota jayapura,” kata Robert kepada Berdikari Online, Kamis (18/2/2016).

Namun, lanjut Robert, hingga saat ini belum ada tanda-tanda pasar itu akan dibangun. Bahkan pengosongan lokasi pembangunan pun, yakni di lokasi Perum Damri Jayapura, belum dilakukan.

“Padahal, aset Perum Damri punya pemerintah pusat. Di bawah kementerian BUMN. Dan Kementerian BUMN di bawah Presiden,” jelasnya.

Saat ini, kata Robert, Kantor Staf Presiden (KSP) sudah membentuk Tim Baru terkait pembangunan pasar untuk Mama Papua ini. Namun, dia mengaku belum tahu soal detail Tim tersebut.

“Rencana mereka akan berkunjung ke papua. Sedangkan Tim dari Papua dalam waktu minggu depan akan ke Jakarta,” ungkapnya.

Pada Juni 2014, saat kampanye Pilpres di Papua, Jokowi menjanjikan pembangunan pasar permanen untuk mama-mama pedagang Papua. Selama ini, mama-mama pedagang hanya menggelar jualannya di emperan toko.

Mama Papua merasa mendapat perhatian. Terlebih lagi, pada acara Syukuran Rakyat atas pelantikan Jokowi sebagai Presiden pada Oktober 2014, seorang perwakilan mama Papua, Mama Yuli, menerima potongan tumpeng dari Presiden Jokowi.

Kemudian, pada 27 Desember 2014, Jokowi yang sudah jadi Presiden meletakkan batu pertama pembangunan pasar untuk mama-mama pedagang. Sayang, setahun lebih berlalu, pasar tersebut tidak kunjung dibangun.

Tidak mau menjadi korban “pemberi harapan palsu”, perwakilan mama-mama pedagang Papua datang ke Jakarta untuk menagih janji Presiden. Mereka menyampaikan tuntutan mereka melalui Kantor Staf Presiden. Namun, usaha ini pun belum membuahkan hasil.

Sekarang, melalui gerakan di media sosial, tuntutan agar Presiden Jokowi merealisasikan janji kampanyenya membangun pasar permanen untuk mama pedagang mengalir deras. Tidak hanya dari orang-Papua, tetapi juga dari luar.

Salah satunya dari Veronica Koman. Pengacara publik LBH Jakarta ini menulis: Jokowi menyatakan bahwa dalam waktu setahun pasar akan selesai, bahkan Jokowi berjanji tidak akan tahun baruan di Papua kalau pasar belum jadi. Buktinya? Jokowi tetap tahun baruan piknik di Raja Ampat dan melupakan mama-mama.

Kita berharap, Presiden Jokowi bisa mendengar suara mereka dan segera menunaikan janjinya. Stop tipu-tipu!

Muhammad Idris

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid