Jambi, Berdikari Online – Dugaan perusakan tanaman kelapa sawit kembali terjadi di Dusun Kunangan Jaya II, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari. Puluhan batang sawit milik warga dilaporkan mati diduga akibat diracun, memicu keresahan di tengah masyarakat yang tengah berseteru dengan perusahaan PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI).
Kejadian pertama dialami Ramadan, warga RT 36, yang menemukan ±50 batang sawit di kebunnya seluas 2 hektare mati mendadak. Saat itu, Ramadan sedang berada di luar daerah untuk mencari pekerjaan. Kasus serupa menimpa Kasiman, warga RT 22, yang kehilangan sekitar 85 batang sawit dari kebun seluas 2 hektare, menimbulkan kerugian besar bagi keluarga petani.
Ketua RT setempat langsung melaporkan kejadian ini kepada organisasi yang mendampingi warga. Menanggapi hal tersebut, Andi Saputra menyayangkan tindakan perusakan yang terjadi di tengah konflik agraria yang sudah lama berlangsung.
“Tindakan seperti ini tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga memperkeruh situasi konflik agraria yang telah lama terjadi di wilayah Desa Bungku,” ujar Andi.
Ia menekankan bahwa sebelumnya sudah ada kesepakatan antara warga dan pihak perusahaan pada 2012 terkait keberadaan dan pengelolaan lahan, namun belakangan muncul dugaan provokasi yang memicu ketegangan.
Andi menambahkan, “Kami meminta aparat penegak hukum segera turun tangan menyelidiki peristiwa ini secara serius. Tanaman sawit tersebut merupakan sumber penghidupan masyarakat, sehingga perusakan seperti ini sangat merugikan petani.”
Masyarakat Desa Bungku berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bisa menangani kasus ini secara adil, agar konflik agraria tidak semakin meluas. Warga menilai kebun sawit bukan sekadar tanaman, tetapi sumber utama penghidupan keluarga mereka, sehingga setiap perusakan berdampak langsung pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
(Amir)


