Buruh Kolombia Persiapkan Mogok Nasional

Serikat buruh di Kolombia berencana melakukan mogok nasional sehubungan dengan penetapan kenaikan upah minimum oleh pemerintah. Kenaikan ini dianggap ilegal karena tidak sesuai dengan keputusan mahkamah konstitusi setempat yang mengatur kenaikan upah tidak boleh lebih rendah dari inflasi.

Ketua Federasi Serikat Buruh dan Pelayanan Publik, Jorge Pena, seperti dilansir Prensa Latina menyatakan bahwa persiapan untuk mogok nasional tersebut sudah semakin maju. Pimpinan serikat buruh ini mengatakan bahwa buruh dan rakyat Kolombia tidak akan lagi pasrah pada kenaikan biaya hidup.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa mereka telah melakukan koordinasi dengan kelompok-kelompok lain untuk bersama mengorganisir protes agar pemerintah mendengarkan mereka.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Persatuan Serikat Buruh Kolombia (CUT), Fabio Arias, mengatakan bahwa organisasinya akan menyampaikan pengaduan secara formal kepada Dewan Negara setempat mengenai permasalahan ini.

Kenaikan tujuh persen tidak akan menutupi angka resmi inflasi yang mencapai 7,26 persen di tahun 2015, yang berarti kenaikan upah pada tahun ini sebenarnya adalah penurunan upah riil.

Menurut Arias, Mahkamah Konstitusi  secara khusus telah memutuskan kenaikan upah tidak boleh di bawah angka inflasi.

“Kami telah kehilangan uang tahun lalu dan ini tidak diperhitungkan, tapi sekarang mereka kembai memutuskan kenaikan upah yang di bawah inflasi,” ujar Arias.

Pimpinan serikat buruh ini telah memperingatkan pemerintah  selama negosiasi di bulan Desember 2015 bahwa kenaikan tujuh persen adalah ilegal. Namu  keputusan ini tetap diambil melalui dekrit setelah negosiasi antara perwakilan buruh, pemerintah, dan pengusaha tidak mencapai kesepakatan.

Serikat buruh tetap meminta kenaikan sebesar 12 persen. Selain itu dalam aksi protes nanti buruh juga akan menolak draf reformasi struktur pajak yang diperkirakan akan menaikan pajak nilai tambah sebesar 19 persen.

Sebagai tanggapan, Menteri Perburuhan, Luis Eduardo Garzon, mengatakan ia akan kembali membicarakan masalah rendahnya penghasilan buruh, tapi tidak akan merevisi keputusan yang telah ditetapkan.

teleSUR/Prensa Latina/Mardika Putera

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid