Anjing yang Jadi Simbol Perlawanan di Chile

Dalam berbagai aksi demonstrasi di tanah air, anjing sering (ditaruh) berada di pihak Polisi. Kadang sengaja dihadirkan untuk menakut-nakuti demonstran.

Tetapi anjing di Chile punya cerita berbeda. Di Negeri amerika selatan itu, anjing menjadi simbol perlawanan terhadap neoliberalisme dan mesin kekerasannya.

Bagaimana anjing menjadi simbol perlawanan?

Ini bermula di tahun 2010. Saat itu meletus demonstrasi mahasiswa menentang privatisasi pendidikan. Mahasiswa seantero Chile, termasuk di Ibukota Santiago, turun ke jalan.

Namun, aksi damai mahasiswa terkadang justru diperhadapkan dengan represi. Pada saat itulah muncul seekor anjing berwarna hitam, dengan bandana merah membalut lehernya, berlarian di barisan massa.

Yang menarik, anjing ini hanya menggonggong, menyerang, dan menggigit “Pacos”—bahasa gaul anak muda Chile untuk memanggil Polisi anti-huru-hara. Tidak sekalipun menyerang mahasiswa dan masyarakat umum.

Kehebatan lainnya, anjing ini pantang mundur ketika polisi menghamburkan gas air mata dan water canon. Walhasil, anjing kerap basah kunyup dalam setiap aksi demonstrasi.

Karena itu, anjing ini pun mendapat nama: Negro Matapacos. Kalau diterjemahkan, kira-kira artinya: si hitam penggigit Polisi.

Negro Matapacos

Karena sering berjuang bersama di jalanan, bahkan bertempur bersama menghadapi mesin kekerasan negara kapitalis, mahasiswa dan kelas pekerja Chile menganggap anjing ini sebagai kawan seperjuangan.

Namun, 2 tahun lalu, tepatnya 27 Agustus 2017, Matapacos meninggal dunia.

Meski begitu, api perjuangan Matapacos tak menghilang begitu saja. Rakyat Chile terkesan akan perjuangannya. Berbagai video documenter, karya grafis, hingga mural mengabadikan gambarnya: anjing hitam dengan bandana merah.

Sejak bulan Oktober lalu, rakyat Chile kembali turun ke jalan memprotes kemiskinan dan ketimpangan, yang dihasilkan oleh kebijakan neoliberalisme.

Matapacos hadir. Memang tak secara fisik, tapi semangatnya. Berbagai poster, bahkan bendera, memuat gambarnya dengan berbagai kata-kata: Estai Presente (Aku hadir), En Tu Memoria (Dalam Ingatanmu), Ladra Ladrale a la Autoridad (Gonggong, gonggongi Penguasa), dan lain-lain.

Di media sosial, sebuah poster berlatar merah bergambar Matapacos melompati mesin tapping, dengan tulisan “Evade”. Ia menjadi simbol dari protes terhadap kenaikan tariff kereta metro.

Begitulah, ceritanya. Sebetulnya, kisah binatang berjuang bersama manusia menghiasi banyak kisah sejarah perjuangan umat manusia dari masa lampau hingga kini.

Hanya saja, kita, manusia yang sombong ini, kadang lupa berterima kasih.

Raymond Samuel  

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid