Amerika Serikat Masih Pedagang Senjata Terbesar Di Dunia

Bisnis senjata ternyata masih menggiurkan. Buktinya, penjualan senjata dalam lima tahun terakhir meningkat 14 persen dibanding lima tahun sebelumnya.

Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), sebuah lembaga independen yang menyoroti keamanan global, menyebut Amerika Serikat sebagai pemasok utama bisnis senjata-senjata berat di dunia.

Amerika Serikat sendiri memasok sepertiga dari penjualan senjata di dunia. Ekspor senjata AS dalam kurun waktu 2011-2015 naik sebesar 27 persen dibanding periode 2006-2010.

Yang menarik, empat besar pemasok senjata dunia adalah negara-negara angota tetap Dewan Keamanan PBB, yakni AS memasok 33 persen, Rusia 25 persen, Tiongkok 5,9 persen, dan Perancis 5,6 persen.

Lantas, kemana senjata-senjata itu dijual?

Data SIPRI menyebutkan, lebih dari separuh senjata itu dijual ke negara-negara Asia dan Timur Tengah. Sebanyak 46 persen penjualan senjata dunia mengalir ke Asia dan 25 persen ke Timur Tengah yang tengah dikoyak konflik bersenjata. Dibanding periode 2006-2010, impor senjata ke Timur Tengah naik 61 persen pada periode 2011-2015.

“Meskipun harga minyak dunia rendah, pengiriman senjata besar-besaran terus berlanjut sesuai kontrak yang disepakati untuk lima tahun,” kata peneliti SIPRI, Pieter Wezeman, seperti dikutip laman teleSUR, Minggu (21/2/2016).

India merupakan pengimpor senjata terbesar dengan angka 14 persen. Disusul Arab Saudi yang mengimpor sebesar 7 persen, Tiongkok 4,7 persen, Uni Emirat Arab 4,6 persen, Australia 3,6 persen, Turki 3,4 persen, dan Pakistan 3,3 persen.

Bisnis penjualan senjata ini juga memperlihatkan pertarungan geopolitik dunia. Sebagai misal, pemasok utama senjata India dan Tiongkok adalah Rusia, sedangkan pemasok senjata Arab Saudi dan Turki adalah Amerika Serikat.

Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid