Partai PRIMA Tanggap Darurat Serangan Hama Tikus di Bojonegoro dan Blora

Bojonegoro-Partai Rakyat Adil Makmur (Partai PRIMA) melalui POSKO PRIMA yang ada di Bojonegoro dan Blora kembali menerima dan terjadi laporan darurat dari para petani terkait serangan hama tikus yang semakin parah dalam dua tahun terakhir.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2025 dihadiri oleh sekitar 70 orang petani yang berasal dari 7 kelompok tani dan 7 desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora .

Dalam laporan yang disampaikan, para petani mengungkapkan bahwa tanaman utama seperti padi dan jagung mengalami kerusakan berat akibat serangan hama tikus.

Berbagai upaya swadaya telah mereka lakukan, namun minimnya peralatan, obat-obatan, serta keterbatasan pendampingan teknis membuat pemberantasan hama tidak berjalan optimal.

Para petani menyampaikan sejumlah permohonan bantuan kepada POSKO PRIMA, antara lain:

  1. Penyediaan obat-obatan hama
  2. Peralatan pemberantasan tikus yang memadai
  3. Pendampingan dalam mengoordinir kelompok tani
  4. Pengorganisasian dan komando pemburuan hama tikus secara massal

Sekretaris Jenderal Partai PRIMA, Meyjen TNI (Purn) R. Gautama Wiranegara, didampingi Alit Yuliyanto serta jajaran pengurus DPK PRIMA Blora, hadir langsung untuk menerima aspirasi dan memastikan tindak lanjut segera dilakukan.

Meyjen TNI (Purn) R. Gautama Wiranegara Sekretaris Jendral Partai PRIMA memandang kondisi ini sebagai situasi darurat pangan yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di dua kabupaten tersebut.

“Partai PRIMA akan mengambil langkah cepat, terkoordinasi, dan terukur untuk membantu petani menghadapi serangan hama tikus ini. Negara wajib hadir dalam memastikan keamanan pangan dan melindungi para petani sebagai tulang punggung produksi pangan nasional,” tegas Gautama.

Untuk itu, Partai PRIMA lanjutnya akan segera:

  1. Melakukan asesmen teknis lapangan
  2. Menghubungi pihak terkait untuk penyediaan sarana pemberantasan hama
  3. Mengorganisir kelompok tani agar memiliki kekuatan kolektif yang solid
  4. Menginisiasi operasi pembasmian hama tikus secara terencana dan berkelanjutan

Terakhir Gautama Menegaskan bahwa POSKO PRIMA akan terus menjadi ruang aduan, advokasi, dan penanganan cepat atas permasalahan yang dihadapi rakyat, terutama petani yang kini menghadapi ancaman gagal panen.

(Feby)

[post-views]