Mataram, Berdikari Online— Eksekutif Kabupaten Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Sumbawa menggelar seminar dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi, 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP), serta Hari Hak Asasi Manusia (HAM). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (12/12/2025) di Aula SMK Negeri 1 Sumbawa, dengan mengusung tema “Membangun Budaya Anti Korupsi dan Kekerasan terhadap Perempuan sebagai Pondasi HAM”.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohammad Ansori, dan menghadirkan tiga narasumber, yakni Kanit III Reskrim Polres Sumbawa, Advokat Kusnaini, S.H., M.H., serta Sekretaris Dinas BP2KBP3A Kabupaten Sumbawa. Peserta kegiatan terdiri dari siswa, mahasiswa, serta organisasi kepemudaan se-Kabupaten Sumbawa.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Drs. H. Mohammad Ansori menegaskan bahwa salah satu tantangan besar pemerintah saat ini adalah birokrasi yang masih korup, sehingga menjadi hambatan dalam pemenuhan hak-hak dasar rakyat.
“Tantangan besar pemerintah hari ini adalah birokrasi yang korup. Korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat pemenuhan hak-hak rakyat. Oleh karena itu, upaya membangun budaya anti korupsi harus dimulai dari kesadaran bersama, termasuk generasi muda,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menjalankan program-program kerakyatan sebagai bentuk implementasi Hak Asasi Manusia sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.
“Dalam pemenuhan hak-hak rakyat, pemerintah telah dan terus menjalankan berbagai program kerakyatan, seperti penguatan Koperasi Desa Merah Putih, serta pelaksanaan amanat Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan peran negara dalam mengelola sumber daya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Sumbawa menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh EK LMND Sumbawa. Menurutnya, forum diskusi seperti ini sangat penting sebagai ruang edukasi publik dalam membangun kesadaran hukum, nilai kemanusiaan, serta partisipasi aktif generasi muda dalam mengawal demokrasi dan penegakan HAM.
Ketua EK LMND Sumbawa, Muhammad Fadillah, yang akrab disapa Fadil, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemuda dan mahasiswa sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan tegaknya Hak Asasi Manusia.
“Sebagai pemuda dan mahasiswa, kita harus tetap berdiri di barisan terdepan dalam menjaga dan memperjuangkan Hak Asasi Manusia. Korupsi adalah tindakan yang sangat buruk dan menjijikkan karena telah merenggut hajat hidup orang banyak,” tegas Fadil.
Ia juga menyampaikan bahwa secara nasional, LMND telah mendeklarasikan musuh pokok rakyat, yakni kaum Serakahnomics, yang terdiri dari imperialisme, oligarki, dan birokrasi korup. Menurutnya, ketiga unsur tersebut menjadi akar persoalan yang menghambat terwujudnya keadilan sosial dan pemenuhan HAM.
Sementara itu, para narasumber memaparkan materi terkait penegakan hukum tindak pidana korupsi, mekanisme perlindungan hukum bagi perempuan korban kekerasan, serta peran negara dan masyarakat dalam menjamin pemenuhan Hak Asasi Manusia. Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Melalui kegiatan ini, EK LMND Sumbawa berharap dapat menjadi wadah diskusi ilmiah dan edukatif bagi siswa, mahasiswa, dan pemuda untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, serta keberanian bersikap terhadap isu-isu korupsi, kekerasan terhadap perempuan, dan pelanggaran HAM, khususnya di Kabupaten Sumbawa.
(Amir)

