Palu, Berdikari Online —Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menggelar kegiatan diskusi program partai bersama anggota dan pengurus Serikat Buruh Transportasi Kontainer (SBTC) pada Minggu (25/1).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WITA ini dilaksanakan disela-sela aktivitas buruh, sembari menunggu proses pendaftaran dan pengisian solar. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Diskusi tersebut membahas pentingnya kaum buruh untuk berorganisasi serta terlibat aktif dalam proses politik, khususnya dalam menghadapi Pemilihan Umum 2029 mendatang.
Wakil Ketua Partai PRIMA Wahyudin, yang juga menjabat sebagai Ketua FNPBI Wilayah Sulawesi Tengah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterlibatan buruh dalam politik merupakan langkah strategis untuk memperjuangkan kepentingan kelas pekerja secara langsung di ruang-ruang pengambilan kebijakan.
“Partai PRIMA hadir sebagai partai rakyat biasa, bukan partai yang lahir dari kepentingan pemilik modal besar. Kami didirikan untuk menjalankan amanat konstitusi, khususnya Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Wahyudin.
Dalam sesi diskusi, salah seorang anggota SBTC mempertanyakan apa yang membedakan program Partai PRIMA dengan partai politik lainnya. Menanggapi hal tersebut, pengurus DPW PRIMA menjelaskan bahwa Partai PRIMA merupakan partai yang diinisiasi oleh berbagai organisasi massa sektor rakyat, seperti buruh, petani, dan mahasiswa.
Partai PRIMA, lanjutnya, mengusung program-program yang berangkat dari cita-cita para pendiri bangsa, dengan menegaskan bahwa negara harus dijalankan sesuai dengan ideologi Pancasila dan amanat konstitusi UUD 1945.
“Ke depan, Partai PRIMA berkomitmen mencetak kader-kader dari kalangan buruh agar dapat duduk di parlemen dan memperjuangkan kepentingan rakyat secara langsung,” tegasnya.
Kegiatan diskusi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran politik kaum buruh serta mempererat hubungan antara Partai PRIMA dengan serikat-serikat buruh sebagai basis utama gerakan politik rakyat.
(Amir)


