Palu, Berdikari Online — Gelombang perlawanan rakyat Pantoloan menggema di Terminal Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, Selasa (23/12/2025). Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Pantoloan turun ke jalan dalam aksi demonstrasi damai untuk menolak keras rencana pemindahan rute kapal PT PELNI dari Pelabuhan Pantoloan.
Aliansi ini terdiri dari Bina Bangun Bangsa, Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), serta Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Palu. Sekitar 500 massa aksi, yang didominasi buruh pelabuhan dan masyarakat Pantoloan, memadati kawasan pelabuhan sejak pukul 09.00 WITA, menyuarakan satu tuntutan yang sama: rute kapal Pelni wajib dipertahankan di Pelabuhan Pantoloan.
Dengan mengusung tema “Bersatu Mempertahankan Pembangunan yang Sudah Ada, Rute Kapal Pelni di Pantoloan Wajib Dipertahankan”, massa menilai kebijakan pemindahan kapal Pelni sebagai ancaman serius bagi denyut ekonomi rakyat. Menurut mereka, Pelabuhan Pantoloan bukan sekadar fasilitas transportasi laut, melainkan urat nadi kehidupan ribuan buruh dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas pelabuhan.
Koordinator Lapangan aksi, Abdul Wahyudin, dalam orasinya menegaskan bahwa kebijakan tersebut berpotensi mencabut sumber penghidupan masyarakat Pantoloan.
“Pelabuhan Pantoloan adalah pusat kehidupan rakyat. Jika kapal Pelni dipindahkan, maka yang dikorbankan adalah buruh, pedagang kecil, dan masyarakat sekitar. Kami menolak kebijakan yang lahir tanpa berpihak pada rakyat,” tegasnya di hadapan massa aksi.
Tekanan massa akhirnya membuat Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, turun langsung menemui para demonstran. Di tengah pengawalan ketat, Gubernur menyatakan kesediaannya menerima dan menampung seluruh tuntutan yang disampaikan oleh perwakilan aliansi. Kehadiran Gubernur disambut sorak massa sebagai simbol bahwa suara rakyat Pantoloan tidak bisa diabaikan.
Aksi berlangsung tertib dan kondusif hingga selesai. Sebagai penutup rangkaian aksi damai, massa aksi bersama Gubernur Sulawesi Tengah melakukan makan bersama di lokasi demonstrasi, mencerminkan suasana dialog terbuka antara rakyat dan pemerintah. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga membagikan paket sembako kepada buruh dan masyarakat Pantoloan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat pelabuhan.
Turut hadir mendampingi Gubernur Sulawesi Tengah dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah Hidayat Pakamundi, Kapolda Sulawesi Tengah, Pangdam XIII/Merdeka, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Aksi ini menjadi penegasan bahwa masyarakat Pantoloan tidak tinggal diam menghadapi kebijakan yang berpotensi merampas ruang hidup mereka, serta menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati harus berpihak pada rakyat, bukan sebaliknya.
(Amir)


