KOKER, Nafas Baru Pengibar Seni Kerakyatan

Satu lagi komunitas seni kerakyatan lahir di Kota Makassar, yang punya cita-cita mulia: berkarya dan berjuang bersama mayoritas kaum yang dihinakan kesejahteraan hidupnya, tersingkir oleh sistem negara yang dibangun hanya untuk kemakmuran sedikit orang.

Menamakan diri Komunitas Kesenian Rakyat (KOKER) Indonesia, sebelumnya memakai nama Komunitas Ulung Sastra dan Seni (KUASS) Indonesia, mereka menkonsolidasikan kerja-kerja seninya di kalangan anak jalanan dan mahasiswa.

“Komunitas Seni dan Sastra Indonesia (KUAAS) dibentuk tanggal 11 Oktober 2018 yang diinisiasi oleh beberapa mahasiswa dan kita menarik simpati lewat kerja-kerja kesenian, dari sana pada 8 Oktober 2018 kita sepekati untuk mengubah nama menjadi Komunitas Kesenian Rakyat yang kita singkat KOKER,” ungkap Jakfar, salah satu penggagas komunitas ini, kepada berdikarionline.com, Minggu (28/10/2018).

Dia menjelaskan, tujuan awal dibentuknya Koker ini adalah untuk merangkul anak-anak muda yang berminat terhadap seni, baik itu seni sastra dan seni rupa.

Koker saat ini beranggotakan sekitar sepuluh orang. Untuk sementara, komunitas ini dikoordinatori oleh Fiqhi Pallawa, sebelum launching dan membentuk struktur resmi.

Tema-tema lukisan yang diangkat oleh komunitas yang bermarkas di Jalan Veteran Makassar ini banyak mengangkat isu anti korupsi, pendidikan, dan ketidakdilan ssosial.

Selain itu, mereka juga membuat karikatur tokoh-tokoh pejuang rakyat, baik di Indonesia maupun dunia, seperti Bob Marley (Fiqhi Pallawa), Che Guevara dan Marsinah (Andi Rizky Palallo), Emma Goldman (Elken), Gie (Ulla).

Sementara para sastrawan Koker menulis dan menemukan inspirasinya dari karya-karya Pramoedya Ananta Toer.

Dalam waktu dekat, Koker akan menggelar pameran lukisan dan pementasan sekaligus launching komunitas ini. (*)

Sukir Anggraeni

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut