Menjelang Pemilihan Presiden, Venezuela Selenggarakan Konferensi Alternatif Sosial Dunia II

Karakas – Berdikari Online, Minggu, 28 Juli 2024, Venezuela akan melakukan pemungutan suara dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Venezuela. Hari ini, Rabu (24/7/2024), melalui forum ALBA-TCP, Venezuela mengadakan Konferensi Alternatif Sosial Dunia II, Dari Bolivar hingga Chavez (Spanyol). Konferensi tersebut dihadiri 400 delegasi dari berbagai macam negara, 4 di antaranya adalah delegasi dari Indonesia.

Pada hari kedua dalam Panel IV dengan tema “Alternatif untuk Perdamaian yang Tak Dapat Diubah” menghadirkan 5 pembicara:
1. Elisa Salvador, dari Liga Persahabatan dan Solidaritas Rakyat Angola,
2. Bahman Azad, Dewan Perdamaian Amerika Serikat,
3. Socorro Gomes, Pusat Solidaritas Rakyat dan Perjuangan untuk Perdamaian Brasil
4. David Denny, Karibia Gerakan untuk Perdamaian dan Integrasi
5. Carolus Wimmer, Komite Solidaritas Internasional dan perjuangan untuk Perdamaian, Venezuela.

Kesempatan pertama diberikan kepada Socorro Gomes, menyampaikan dalam pidatonya, ancaman dunia terbesar saat ini adalah Imperialis yang lebih khusus di Venezuela adalah Imperialis Amerika Serikat. Sejak Hugo Chavez memerintahkan revolusi anti-imperialis sejati untuk mencari pembebasan tanah air Venezuela, dari situlah imperialisme menjadi masalah bagi masyarakat dunia.
“Bahwa dunia damai adalah dunia di mana masyarakat bebas dan pemilik nasibnya sendiri. Pertarungan ini berkembang dalam sejarah: ada kemajuan dan kemundurannya,” ujarnya.

Amerika Serikat mengendalikan mata uang. Itulah sebabnya mereka melakukan tindakan pemblokiran dan mencegah pembangunan bebas. Ini adalah penyebab utama terjadinya Genosida di Palestina.
“Mereka menguasai 90% media dunia,” katanya.

ALBA-TCP adalah instrumen besar perdamaian dan kebebasan rakyat. Ia mencari alternatif, sebuah organisasi karena faktor utamanya, selain persatuan rakyat dan pemerintah adalah pencarian kemajuan bersama, kerjasama internasional dan perdamaian kedaulatan rakyat.

Pada saat itu, Bahman Azad, Dewan Perdamaian Amerika Serikat, berpendapat bahwa Perdamaian dalam sejarah baru-baru ini tidak pernah lebih terancam dibandingkan saat ini. Keseimbangan kekuatan di tingkat global telah mulai terjadi dan kita sedang mengatasi banyak bahaya dan reaksi negatif kriminal yang brutal terhadap masyarakat dan kekuatan-kekuatan kemajuan. Bahman Azad juga menyampaikan kekecewan Masyarakat Amerika kepada pemerintah Amerika atas apa yang terjadi di Palestina.

“Kami adalah saksi atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan negara Zionis Israel terhadap Palestina,” ujarnya.

Elisa Salvador menyampaikan bahwa tidak mungkin membicarakan perdamaian yang efektif di benua Afrika karena ada negara-negara yang sedang berkonflik. “Kita hidup dalam kesengsaraan, kelaparan, dan perang. Bagaimana mungkin membicarakan perdamaian?” ujarnya.

Menurutnya, di Afrika untuk bisa merasakan kedamaian itu, “kita harus memiliki niat baik dari para pemimpin dan gubernur kita.Masing-masing dari kita harus merasa bahwa kita harus menjadi agen perdamaian, mengecam situasi ketidakadilan,” ucapnya.

David Denny, menyoroti kerja sama Kuba dan Venezuela dengan negara-negara Karibia melalui PetroCaribe.
“Saya ingat bahwa kita berada di tengah perang ideologi, ekonomi, politik dan militer. Kita harus menggabungkan kekuatan untuk mempertahankan wilayah kita dari imperialisme Amerika. Kuba selalu berpihak pada masyarakat miskin dan kurang beruntung. Kuba membantu membebaskan Afrika. Kita harus berada dalam solidaritas dengan saudara-saudara kita di Kuba,” katanya.

Carolus Wimmer mengungkapkan solidaritasnya terhadap rakyat Amerika dan kekuatan sayap kiri.
“Ada masyarakat yang berjuang melawan sistem imperialis yang tidak adil ini, masyarakat yang menderita. Kami memperluas solidaritas kami dan bekerja sama dengan kekuatan sayap kiri progresif Amerika Serikat. Bagi Bolivar, perdamaian bukanlah pasifisme, bukan ketenangan. Bagi Bolivar, perdamaian adalah keadilan, kemerdekaan, kebebasan. Kami harus terus berjuang setiap hari. Musuh mengharapkan Anda lengah. Tidak ada istirahat,” katanya.

(Ika)

[post-views]