Wikileaks: Pemerintah AS Di Belakang “Panama Papers” Untuk Serang Putin

Skandal Panama Papers, yaitu bocornya data rahasia dari dokumen 2,6 terabita yang mengungkap jaringan korupsi global dan pengemplang pajak, terus jadi buah bibir masyarakat dunia sejak Senin (4/4/2016).

Termasuk Wikileaks. Namun, situs pembocor rahasia itu justru punya pendapat lain. Melalui akun twitternya, Wikileaks menuding Soros dan pemerintah Amerika Serikat berada di balik skandal Panama Papers untuk menyerang Vladimir Putin.

Menurut Wikileaks, Proyek Pelaporan Korupsi Dan Kejahatan Terorganisir/Organized Crime and Corruption Reporting Project atau OCCRP, yang menarget Rusia dan bekas Uni Soviet, menerima dana dari USAID dan miliarder George Sorors.

“#PanamaPapers yang menyerang Putin diproduksi OCCRP yang menarget Rusia dan bekas Uni Soviet didanai oleh USAID dan Soros,” tulis akun Wikileaks, Rabu (6/4/2016).

Lebih lanjut, akun tersebut juga menulis: “pemerintah AS mendanai #PanamaPapers menyerang cerita Putin melalui USAID. Beberapa wartawan baik tetapi tidak punya integritas.”

Segera setelah bocornya dokumen rahasia itu, banyak kantor berita yang langsung fokus pada orang-orang yang dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin,  terlibat secara langsung dalam menyembunyikan miliaran dollar uang di wilayah-wilayah surga bebas pajak (tax havens) dengan menggunakan jasa firma hukum Panama, Mossack Fonseca.

Namun, seperti ditulis teleSUR, Putin sendiri tidak terkait langsung dengan data yang bocor itu. Bahkan namanya tidak ada dalam dokumen yang bocor itu.

Banyak yang mempertanyakan fokus media besar yang menarget Rusia, tetapi mengabaikan pemimpin dunia lain yang terkait dengan penghindaran pajak, seperti Raja Arab Saudi Uni Emirat Arab. Hanya karena negara-negara yang disebut terakhir ini merupakan sekutu penting AS.

Yang juga terasa janggal, hampir tidak ada orang atau warga Amerika Serikat yang tercantum dalam catatan rahasia berjumlah 11,5 juta dokumen itu.

Putin sendiri sudah membantah tuduhan itu. Dia menegaskan, namanya tak muncul dalam dokumen tersebut dan menuding para pejabat AS berada di balik investigasi jurnalistik ini.

“Mereka menyisir rekening-rekening perusahaan luar negeri itu. Pelayan Anda yang setia tak ada di dalamnya. Lalu apa yang ada di dalam sana?” kata Putin merujuk dirinya sendiri.

Putin menambahkan, orang-orang yang bekerja di balik Panama Papers justru menjerat sejumlah teman Presiden Rusia dan menduga aktivitasnya dipenuhi korupsi.

Panama Papers menyebut teman dekat Putin, Sergei Rodulgin, mengelola perusahaan luar negeri bernilai 2 miliar dollar AS untuk kepentingan Putin.

“Rodulgin hanya memiliki sedikit saham di salah satu perusahaan kami dan laporan ini membesar-besarkan pendapatan dia,” ujar Putin merujuk pada Bank Rossiya.

Putin melanjutkan, Rodulgin mendapat uang dari sahamnya itu namun jumlahnya tak mencapai miliaran dollar AS.

“Hampir semua uang yang didapatnya digunakan untuk membeli alat musik di luar negeri dan membawanya pulang ke Rusia lalu didonasikan ke institusi musik negara,” tambah Putin.

Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid