Wahab Talaohu: “Dirty Vote” Film Provokator Jelang Pilpres

Jakarta, Berdikari Online – Di masa tenang sebelum pencoblosan, berbagai rentetan fitnah diarahkan ke pasangan Prabowo-Gibran dan Presiden Joko Widodo. Narasi kecurangan hingga tuduhan korupsi pesawat dilakukan oleh kelompok yang ingin mendelegitimasi Pemilu 2024, termasuk film dokumenter “Dirty Vote” yang dirilis pada 11 Februari 2024.

Wahab Talaohu Ketua Umum DPP Persaudaraan 98 sekaligus Wakil Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran saat dihubungi wartawan menyampaikan, film dokumenter Dirty Vote adanya tendensi politik dan keberpihakan.

“Film yang berdurasi 1 jam 57 menit ini tidak hanya merusak demokrasi , tetapi justru berpotensi menimbulkan kegaduhan di ruang publik saat masa tenang Pemilu sedang berlangsung. Misalnya, tuduhan mengenai pemerintah dan kabinet yang dianggap telah melakukan kecurangan. Bagaimana argumen ini dikatakan kebenaran empiris dan faktual, sementara Pemilihan Presiden saja belum dilakukan. Justru yang mesti ditampilkan dalam film tersebut mengenai Pemilihan Presiden yang diselenggarakan di luar negeri (Malaysia) beberapa hari yang lalu. Video tersebut memperlihatkan adanya oknum dengan sengaja mencoblos pasangan Ganjar-Mahfud tanpa ketentuan yang berlaku. Artinya, film dokumenter Dirty Vote memiliki tendensi politik dan keberpihakan,” ucap Wahab (11/02/24)

Wahab juga menyoroti mengenai tuduhan politisasi bansos yang ditampilkan dalam film dokumenter tersebut. Menurutnya, tuduhan tersebut sangat tidak mendasar.

“Program bansos yang disalurkan pemerintah telah melibatkan kesepakatan seluruh partai politik dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 dan ditetapkan dalam undang-undang. Dalam kesepakatan penyusunan APBN 2024, terjadi kenaikan anggaran bansos yang sebelumnya 476 T (2023) naik menjadi 496 T (2024). Alasannya sangat jelas dan tepat, yakni melindungi masyarakat terutama kelompok miskin dan rentan. Di sisi lain bahkan menteri keuangan telah menyampaikan secara eksplisit bahwa penyaluran bansos tidak ada kaitannya dengan politik,” lanjutnya.

Diketahui film dokumenter Dirty Vote menampilkan peristiwa berupa tuduhan kecurangan Pemilu 2024. Hampir seluruh peristiwa tersebut, pasangan Prabowo-Gibran yang paling dominan disorot.

“Secara substantif bukan peristiwa baru. Seluruh peristiwa di dalam film Dirty Vote sudah menjadi pemberitaan umum semasa kampanye bahkan sebelum masa kampanye. Tetapi adanya pemberitaan tersebut, justru semakin meyakinkan dan menguatkan masyarakat untuk menentukan pilihannya kepada pasangan Prabowo-Gibran,” tegasnya.

Wahab bahkan semakin yakin kemenangan Prabowo-Gibran satu putaran semakin terlihat. Dari berbagai Lembaga survei hingga antusias masyarakat yang hadir di kampanye akbar beberapa hari yang lalu.

“Banyak lembaga survei yang merilis elektabilitas Prabowo-Gibran semakin tinggi, bahkan potensi satu putaran semakin dekat. Apalagi saat kampanye terakhir di Gelora Bung Karno. Ini bukti kalau masyarakat semakin yakin dengan pasangan Prabowo-Gibran,” tutupnya.

 

(Amir)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid