Swiss Akan Larang Bank Swasta Cetak Uang

Mungkin ini terobosan penting di dunia keuangan. Dalam waktu dekat, Swiss akan menggelar refendum untuk memutuskan boleh dan tidaknya Bank Komersil mencetak uang.

Keputusan menggelar referendum datang setelah gerakan yang menamai diri Swiss Sovereign Money movement, yang juga disebut  Vollgeld initiative, berhasil mengumpulkan 110.000 orang untuk menandatangani sebuah petisi yang mereka buat.

“Bank (komersil) tidak boleh lagi menciptakan uang lagi. Mereka hanya boleh meminjamkan uang dari para penabung atau dari bank lain,” tulis gerakan ini di websitenya, seperti dikuti The Telegraph, Kamis (24/12/2015).

Gerakan ini hanya memberikan otoritas tunggal kepada Bank Sentral untuk mencetak uang. Tidak hanya itu, mereka juga menuntut Bank-Bank komersil untuk punya 100 persen cadangan atas deposito mereka.

“Banyak orang percaya bahwa uang yang mereka simpan di rekening Bank adalah uang nyata. Ini salah! Uang di rekening bank adalah….hanya janji bank untuk menyediakan uang, tetapi tidak dengan sendirinya menjadi alat pembayaran yang sah,” tulis Vollgeld.

Mereka mengklaim, inisiatif ini sejalan dengan konstitusi Swiss, menjamin keamanan dan menghindari fenomena seperti gelembung pasar keuangan dan uang fiktif.

Untuk diketahui, seperti ditulis The Independent, lebih dari 90 persen uang yang beredar di Swiss saat ini adalah uang elektronik yang dikeluarkan oleh Bank-Bank komersil, seiring dengan menjamurnya transaksi pembayaran elektronik.

Di bawah model demokrasi langsung Swiss, sebuah referendum akan digelar jika pengusulnya berhasil mengumpulkan tanda tangan sebanyak 100.000 orang dalam waktu 18 bulan.

Jika inisiatif Vollgeld ini berhasil di referendum, maka Bank Nasional Swiss (SNB) akan memonopoli pencetakan uang kertas dan koin. “Sementara keputusan tentang bagaimana uang baru ini diperkenalkan dalam ekonomi akan diurus pemerintah,” kata Vollgeld.

Konon, ide untuk membatasi pencetakan uang di bawah kendali Bank Sentral pertamakali disuarakan di tahun 1930-an dan didukung oleh ekonom terkenal Amerika Serikat, Irving Fischer, untuk mencegah gelembung aset dan membatasi pinjaman sembrono.

Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid