Rakyat Miskin Butuh Partai Alternatif

Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar Kongres ke-IV di Jakarta, Senin (22/2/2021). Kongres berlangsung secara offline dan virtual.

Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) beserta Dewan Pimpian Wilayah (DPW) dari DKI Jakarta, Banten, dan Lampung bertemu langsung dalam sebuah forum sidang Kongres yang sederhana di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Sedangkan perwakilan dari 20 DPW yang lain mengikuti Kongres lewat aplikasi zoom meeting.

“Ini karena pandemi, jadi panitia sengaja membatasi jumlah peserta yang hadir secara fisik,” kata ketua panitia penyelenggara Kongres, Nuradim, kepada berdikarionline.com.

Saat pembukaan Kongres, Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) Agus Jabo Priyono menyampaikan pidato sambutan. Ia mengajak rakyat miskin memperjuangkan kesejahteraan sosial lewat partai alternatif.

“Kita sekarang berhadapan dengan sistim ekonomi yang hanya memakmurkan segelintir orang, yang sering disebut oligarki. Sementara rakyat banyak, kaum 99 persen, dibuat melarat,” katanya.

Menurutnya, sistem politik sekarang dikuasai dan didesain hanya untuk mempertahankan kekayaan oligarki. Akibatnya, hampir tidak ada kebijakan politik yang memihak rakyat banyak atau kaum 99 persen.

Ditambah lagi, lanjut dia, hampir semua institusi politik, termasuk partai, hanya perpanjangan tangan dari kaum oligarki.

“SRMI dan PRD punya akar sejarah yang sama, yaitu lahir dari rahim rakyat. Tugas sejarah kita adalah memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Untuk itu, dia menegaskan, rakyat harus menciptakan alat politik alternatif untuk memperjuangkan cita-cita kesejahteraan dan keadilan sosial.

“PRD sudah menciptakan alat itu. Namanya: Partai Rakyat Adil Makmur, disingkat PRIMA. Mari bangun alat politik itu untuk ikut Pemilu 2024,” ajaknya.

Selain sesi sidang yang membahas situasi nasional, perkembangan organisasi, program perjuangan, dan strategi dan taktik, Kongres juga mendiskusikan strategi pembangunan ekonomi rakyat.

“Agar bisa berdaya dan mandiri, rakyat harus membangun kekuatan ekonominya lewat penguatan UMKM dan koperasi-koperasi,” ujar Ketua Umum SRMI, Wahida Baharuddin Upa.

Sejalan dengan cita-cita pemberdayaan ekonomi rakyat itu, Kongres menyepakati untuk mengubah nama dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia menjadi Serikat Rakyat Mandiri Indonesia. Singkatannya tetap: SRMI.

Kongres juga menunjuk kepengurusan baru untuk periode 2021-2025, yaitu Wahida Baharuddin Upa sebagai Ketua Umum dan Hermawan sebagai Sekretaris Jenderal.

Kongres juga memutuskan SRMI sebagai bagian dari PRIMA. Selanjutnya, SRMI akan terlibat aktif dalam pembangunan struktur PRIMA di seluruh Indonesia.

“Tugas mendesak kita adalah meloloskan PRIMA dalam verifikasi KPU nanti, sehingga bisa ikut serta dalam pemilu 2024. Agar rakyat banyak atau kaum 99 persen punya partai di pemilu,” tegas Wahida.

Menurut Wahida, SRMI akan bekerja dari kampung ke kampung untuk mengajak rakyat mengorganisir diri, membangun ekonominya, dan menjadi bagian dari perjuangan PRIMA untuk Indonesia adil dan makmur.

RINI HARTONO

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid