PETI Sangihe Diduga Hadirkan Investor Asing, Masyarakat Resah!

Manado, Berdikari Online – Pertambangan liar di Desa Bowone Kecamatan Tabukan-Selatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, terindikasi menghadirkan investor Asing.

Sesuai perampungan Informasi yang didapat oleh wartawan Berdikarionline.com diduga bahwa investor asing menjadi dalang bergeraknya alat berat (Eskavator) dalam melakukan pengerukan di wilayah tambang Ilegal Bowone.

Hak yang didapatkan oleh para investor asing adalah kebebasan ruang yang diberikan oleh para pemilik tanah, diketahui bahwa pola tambang awalnya adalah tambang manual (tambang rakyat) sehingga terindikasi bahwa investor asing bernaung pada tambang rakyat tersebut.

Masyarakat penambang manual mengaku resah dengan aktivitas perusahaan yang dinilai menjadi dalang diberhentikannya beberapa group tambang manual.

“Awalnya torang kerja masih manual aman-aman, serta hadir investor baru torang di posisi terancam. Padahal awal mula diketahui di sini ada Emas itu torang p’jerih payah. Yahh secara nda langsung ini investor asing datang tau kalo di bawah tanah ada emas, bukan main torang p keringat pas dp material yang ada mas iko diberhentikan,” tutur para penambang rakyat.

Tambang rakyat yang merasa dirugikan dengan hadirnya investor asing akan terus melakukan gerakan hingga apa yang mereka inginkan bisa tercapai, baik kerugian secara materil (Biaya aktivitas) hingga kerugian non materil berupa tenaga.

Hadirnya asing dalam pertambangan ilegal di Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi pertanda bahwa begitu tak berdaulatnya negara sehingga aturan yang ada di Indonesia seolah dikangkangi begitu saja.

Saat ditemui wartawan JurnalPatroliNews.co.id terhadap pihak perusahaan melalui Penanggungjawab kerja yang sering disapa Hendro menyampaikan bahwa perusahaan tidak menginginkan untuk terciptanya konflik dengan pihak pekerja manual (penambang rakyat). Terkait areal kerja penambang rakyat yang digusur oleh perusahaan semuanya berdasar pada arahan tuan tanah.

Hendro juga membenarkan hadirnya Kewarganegaraan China tetapi bukan sebagai pihak investor melainkan sebagai tenaga kerja profesional.

Terkait status legalitas perusahaan, Hendro juga membenarkan bahwa status tambang yang dikerjakan masih bersifat ilegal. Semua tergantung pada para pemilik tanah.

Saat dikonfirmasi ke pihak tuan tanah melalui Sunaryo Manumpil dirinya enggan memberikan komentar terkait pertambangan tanpa izin tersebut.

(Alvian)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid