Pancasila, Sukarno: Bersama Prabowo-Gibran Mencapai Indonesia Emas

Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menggelar  perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Sabtu (1/6/2024) malam dengan mengusung tema “Pancasila, Sukarno: Bersama Prabowo Gibran Mencapai Indonesia Emas”.

 Berikut kami muatkan untuk pembaca Berdikari Online, naskah lengkap Pidato Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Agus Jabo Priyono yang disampaikan dalam peringatan HUT ke-3   tersebut. 

 

Salam

Redaksi Berdikari Online

 

 

Pancasila, Sukarno: Bersama Prabowo-Gibran Mencapai Indonesia Emas

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Rakyat Adil Makmur

Bapak-Ibu, Saudara-Saudari, Bung dan Bing semua

 Hari ini, malam ini, 1 Juni 2024,  selain hari yang berbahagia dan bersejarah bagi Partai kita PRIMA – Partai Rakyat Adil Makmur,  juga hari yang bersejarah bagi perjalanan bangsa dan negara kita Republik Indonesia.

JASMERAH, Kawan-kawanku, saudara-saudaraku, kita berkumpul di sini selain meneguhkan kembali cita-cita partai kita, juga dalam rangka mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa kita dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan pada hari ini 79 tahun yang lalu, ada peristiwa sejarah yang sangat penting, yaitu lahirnya Pancasila.

Bagi PRIMA, Pancasila adalah filosofi, dasar sekaligus bintang arah untuk mewujudkan Indonesia yang berdikari, adil makmur dan lestari.

1 Juni, hari lahir Pancasila, juga hari lahir PRIMA, Pancasila digali oleh Sukarno dan para pendiri bangsa lainnya, dari prinsip-prinsip dasar kehidupan bangsa kita, sedangkan PRIMA lahir dari rahim rakyat biasa. Pancasila adalah gotong royong, yang menolak paham liberalisme, demikian juga halnya dengan kehidupan rakyat biasa, sebagai Ibu kandung dari PRIMA akan terus hidup dalam prinsip gotong royong.

Pancasila adalah Indonesia, Indonesia adalah Pancasila, PRIMA adalah Partainya rakyat biasa, rakyat biasa yang berpegang teguh pada Pancasila. PRIMA adalah Pancasila, Pancasila adalah ruh perjuangan PRIMA.

Kita tidak ingin partai kita berbicara Pancasila, Sukarno, dengan berbusa-busa, omon-omon saja, sehingga tampak begitu progresif revolusioner tapi  dalam perbuatan dan tindakan justru sebaliknya: mengkhianati ajaran-ajaran Sukarno dan menjauhkan rakyat dari keadilan dan kemakmuran.

 

Bapak, Ibu sekalian

 Tiga tahun yang lalu, 1 Juni 2021 di Jakarta, tepatnya di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, di Jalan Rasuna Said, di tengah pandemi Covid19 yang begitu mencekam dengan banyak umat manusia, sahabat dan saudara kita yang menjadi korban, di tengah situasi yang teramat genting itu, PRIMA lahir.

Bumi gonjang ganjing, langit kelap-kelap, 1 Juni bertepatan dengan hari lahir Pancasila, PRIMA dideklarasikan, kelahiran PRIMA seperti lahirnya Wisanggeni, anak Arjuna yang menggoncang kemapanan para Dewa di Kahyangan, maupun alam mayapada. Kelahiran yang mengemban tugas suci serta tekad  menjadikan PRIMA sebagai alat, sebagai kereta kencana yang akan berjuang mewujudkan cita-cita Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu Indonesia yang berdikari, adil makmur, lestari, bahagia lahir dan batin. dengan jalan konstitusional yaitu menjadi peserta Pemilu 2024.

Banyak harapan disematkan pada Partai kita. Saya kutipkan dari Berdikari Online, antara lain:

“Saya harap partai ini (PRIMA) mampu mengaplikasikan Pancasila pada setiap program-programnya. Bangunlah komunitas-komunitas kecil untuk mengaplikasikan Pancasila,” kata Rohaniawan, Romo Yohanes Gani.

“Saya berharap PRIMA ini bisa membumikan Pancasila. Kunci tegaknya Pancasila adalah tegaknya keadilan. Ada dua sila yang terkait langsung dengan urusan keadilan, yakni sila ke-2 dan ke-5,” kata Pdt. Saut H. Sirait

 Tokoh muda Nahdlatul ‘Ulama (NU), Khairy Fuadi, berharap partai PRIMA bisa menjadikan diseminasi Pancasila sebagai program kerja utamanya.

…..

 

Alex, seorang petani di Kolhua, Kupang, Nusa Tenggara Timur, berharap ada partai baru yang bisa mewakili kepentingan rakyat, termasuk petani.

“Kami berharap, partai PRIMA bisa mengusahakan itu,” ujarnya.

 Rian Boimau, seorang pelaku UMKM di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, berharap agar PRIMA bisa memperjuangkan kepentingan pelaku UMKM.

“Beta berharap partai PRIMA bisa menjadi perwakilan penggiat UMKM di seluruh Indonesia,” pintanya.

 Asgar, seorang pelaku usaha pangkas rambut di Kebagusan, Jakarta Selatan, sangat mengapresiasi tagline PRIMA sebagai “partainya rakyat biasa.”

“Saya harap, PRIMA ini benar-benar jadi partainya rakyat biasa,” katanya.

Asgar berharap, ketika wakill-wakil PRIMA duduk di parlemen dan pemerintahan, mereka bisa menghadirkan kebijakan yang menyentuh kepentingan rakyat kecil yang selama ini terabaikan.

 Yani (40 tahun), seorang pekerja di usaha binatu di Kebagusan, juga menaruh harapan pada kehadiran partai PRIMA.

 Ibu rumah tangga yang terpaksa bekerja demi menopang penghasilan suaminya ini berharap partai PRIMA fokus pada perluasan kesempatan kerja dan pemenuhan hak-hak dasar rakyat.

….

Mudiyah (55 tahun), seorang pemulung yang sering menarik gerobak sepanjang pasar Minggu-Pejaten-Kalibata, mengaku gembira kalau ada partai yang benar-benar mau memperjuangkan kepentingan rakyat biasa.

“Saya tidak pernah mencoblos di pemilu. Susah. Suara saya tidak ada harganya,” keluhnya.

 Dia berharap, kalau PRIMA menang pemilu, tak ada lagi orang Indonesia yang hidup dan tinggal di jalanan.

“Saya suka nama partainya, rakyat adil makmur,” ujarnya.

 Tentu saja, meski harapan ini hanya disuarakan oleh beberapa orang, tetapi mewakili suara dan harapan banyak rakyat Indonesia.

 Sayangnya, jerih payah dan banting tulangnya kader-kader  PRIMA dalam usaha yang sangat keras untuk menjadi peserta Pemilu 2024 digagalkan oleh tindakan politik curang, politik para Kurawa yang menyandra Pandawa.  Namun, kita tidak pernah berkecil hati dan gentar. Kita terus berjuang, mencari jalan untuk mewujudkan cita-cita Keadilan dan kemakmuran Rakyat itu.

 

Bung dan Bing semua

Bagaikan ungkapan,  Manusia  tutup pintu, Tuhan buka jendela. Begitulah perjalanan Partai kita. Pintu menjadi peserta Pemilu 2024 sudah tertutup bagi kita, tetapi kita dengan gagah perwira, tetap bisa berselancar di tengah ganasnya ombak dan badai politik.

Bagi PRIMA, pantang menyerah dalam elan perjuangan, hal ini perlu dicatat dan dicamkan, dengan cara yang tak ada duanya dalam sejarah kepartaian dan kepemiluan di Indonesia. PRIMA, Partai yang baru lahir, membuat geger besar jagat politik Nusantara, mengusik kemapanan kekuasaan politik para Dewa, ketika PRIMA melalui PN Jakarta Pusat, menggugat kecurangan Pemilu, yang dimenangkan oleh PRIMA, dengan menangnya gugatan tersebut, jalannya pemilu bisa terhenti, tetapi sebagai Ksatria yang lebih mementingkan  kepentingan umum di atas kepentingan Partai, PRIMA tidak menggunakan kemenangan itu untuk menunda Pemilu. PRIMA hanya berjuang agar sistem politik, sistem pemilu, penyelanggara pemilu berlaku jujur dan adil dengan membuka seluas-luasnya partisipasi rakyat dalam kehidupan politik.

Dan besarnya tekad perjuangan politik kita untuk ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2024 itu, membawa PRIMA terlibat aktif dalam  perjuangan, bersama Koalisi Indonesia Maju memenangkan Prabowo-Gibran.

 

Bapak-Ibu, Saudara-Saudari, Bung dan Bing semua

Mengapa kita berjuang memenangkan Prabowo-Gibran dalam Pemilu 2024?

 Jawabnya adalah karena  Prabowo-Gibran sangat memahami persoalan bangsa dan jalan keluar untuk mengatasinya, baik dalam negeri maupun dunia. Prabowo-Gibran juga  mampu menjawab kondisi objektif dengan tetap berpegang teguh pada cita-cita proklamasi dan pahlawan pendiri bangsa dan berdiri pada pondasi filosofi dasar dan tujuan negara yang masuk dalam preambule UUD 1945.

 Prabowo-Gibran  juga merupakan sosok nasionalis progresif yang akan membangun Indonesia menjadi negara berdaulat, mandiri dan berkepribadian dengan cara menguasai dan mengelola Sumber Daya Alam sendiri dengan industri nasional, bentuknya hilirisasi yang juga sudah dimulai Pak Jokowi dan akan terus dilanjutkan Prabowo-Gibran yang merupakan kunci utama kemakmuran Indonesia dan Mencapai Indonesia Emas.

 Selain itu dalam berbagai forum, Prabowo Subianto selalu menekankan pentingnya membangun kesejahteraan rakyat dan tidak menjadi korban neoliberalisme. Misalnya dalam forum Seminar Nasional Kebangsaan bersama seribu Guru Besar, Rektor dan Cendekiawan se-Indonesia,  Prabowo Subianto menyatakan bahwa kesejahteraan saat ini hanya dinikmati oleh minoritas atau kita bahasakan dengan 1 persen orang, sementara mayoritas rakyat biasa, 99 persen orang, hanya mendapatkan tetesan kesejahteraan dari atas. Prabowo menyebut, keadaan itu adalah implementasi dari konsep trickledown economics, produk asli sistem ekonomi kapitalisme neoliberal, yang memercayai dengan tingginya penghasilan orang kaya, maka akan menetes ke bawah dan menguntungkan seluruh lapisan. Namun, kritik dia, belum sempat tetesan itu sampai ke bawah, kita semua sudah mati. Oleh sebab itu, Ia menginginkan sistem ekonomi itu tidak dipelihara di Indonesia karena hanya akan menciptakan kesenjangan dan ketidakadilan.

Selain itu, Prabowo juga mengatakan bahwa ada kekuatan lain yang berusaha menguasai dan mengganggu kedaulatan Indonesia dengan politik pecah belah atau adu domba. Mereka menginginkan adanya kekacauan dan instabilitas lalu mencoba menjadi pahlawan di siang bolong. Selanjutnya, dengan segala instrumennya, mempertahankan agar paham trickledown economics terus diberlakukan di Indonesia. Dan Prabowo berharap jiwa persatuan tumbuh di hati masyarakat Indonesia; menciptakan kehendak untuk tidak mau dipecah-belah dan kehendak untuk tidak mau kekayaan kita diambil terus-menerus serta kehendak untuk tidak mau rakyat berada dalam keadaan lapar dan miskin.

Semua itu sejalan dengan cita-cita PRIMA.

 

Saudara-saudari

 Pilpres 2024 sudah usai. Hasilnya Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres dalam satu kali putaran.  Kemenangan Prabowo Gibran sekali putaran ini adalah juga kemenangan rakyat biasa, Kemenangan PRIMA.  Dengan kemenangan ini, rakyat biasa mempunyai peluang untuk memajukan hidup yang sejahtera dan berkeadilan di tengah berlimpahnya sumber daya alam Indonesia yang selama ini hanya dinikmati segelintir orang.

 Kemenangan Prabowo Gibran ini memang patut disyukuri sebab membuka peluang kemakmuran dan kesejahteraan rakyat lebih besar berdasarkan gagasan yang dibawa yaitu   memandang  penting kehidupan kebudayaan  sebab “Kebudayaan adalah karakter bangsa.  Tanpa kita membanggakan, menghormati, melestarikan budaya kita sendiri, kita  ilang  jati diri kita sebagai  bangsa… “  dan  melanjutkan hilirisasi dengan skema industrialisasi yang jelas. Gagasan ini bukan hanya akan membendung kekayaan nasional yang selama puluhan tahun mengalir ke luar sebagai bahan mentah, tetapi juga akan menjadi katalisator Bangsa Indonesia melakukan lompatan besar menjadi negara industri dan mengatasi persoalan kemiskinan serta menjadikan bangsa yang berdikari secara ekonomi sehingga mampu Mencapai Indonesia Emas.

 Dalam beberapa kesempatan, Prabowo memberi contoh limbah satu kilang minyak di Jepang mampu memasok kebutuhan bahan baku industri pengolahan untuk sekitar 40.000 pabrik. Dapat dibayangkan dampak berantainya apabila hilirisasi dengan persepektif industrialisasi dilakukan terhadap berbagai hasil alam di Indonesia (termasuk pertanian dan kelautan). Dampak berantai ekonomi akan sangat hebat, mulai dari terbukanya lapangan kerja, perbaikan upah/kesejahteraan buruh, peningkatan produksi pertanian, bergairahnya sektor usaha mikro, kecil, menengah, dan sebagainya.

Tugas kita, rakyat biasa,  kini kembali bersatu-padu menjadi  kekuatan  mengawal kemenangan, terlibat aktif dalam arus gagasan besar program perjuangan Prabowo-Gibran sehingga cita-cita rakyat adil,  makmur  dan bahagia benar-benar terwujud.

 

Bung dan Bing,

Bung Karno menyatakan bahwa tidak mungkin Mencapai Indonesia Merdeka berdasarkan Pancasila  tanpa perjuangan. Bung Karno menutup pidatonya 79 tahun yang lalu itu yang hari ini kita peringati juga sebagai Hari Lahirnya Pancasila dengan penuh semangat:

Dan terutama di dalam zaman peperangan ini, yakinlah, insyaflah, tanamkanlah dalam kalbu saudara-saudara, bawa Indonesia Merdeka tidak dapat datang jika bangsa Indonesia tidak mengambil risiko, — tidak berani terjun menyelami mutiara di dalam samudera yang sedalam-dalamnya.

Jikalau bangsa Indonesia tidak bersatu dan tidak menekad mati – matian untuk mencapai merdeka, tidaklah kemerdekaan Indonesia itu akan menjadi milik bangsa Indonesia buat selama-lamanya, sampai ke akhir jaman! Kemerdekaan hanya- lah didapat dan dimiliki oleh bangsa, yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad “Merdeka, — merdeka atau mati”!

Dengan semangat dan tekad seperti itulah, hendaknya kita, Bersama Prabowo-Gibran Mencapai Indonesia Emas yang kita cita-citakan sekarang! Kokohkan Persatuan Nasional, Wujudkan Kesejahteraan Sosial, Menangkan Pancasila!

Terimakasih.

 

Jakarta, 1 Juni 2024

 Salam Rakyat Adil Makmur

Menangkan Pancasila

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Agus Jabo Priyono,

Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid