Menkeu: 2000 Perusahaan Asing Tidak Bayar Pajak

Selama ini, andalan penerimaan negara kita adalah pajak. Pajak menyumbang 76 persen penerimaan negara. Di sisi lain, penerimaan pajak kita selalu gagal mencapai target. Salah satu penyebabnya, banyak perusahaan yang tidak bayar pajak.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, ada 2000 perusahaaan berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia yang tidak membayar pajak sejak 10 tahun terakhir. Mereka menolak membayar pajak karena mengaku rugi.

“Berdasarkan data kami, ada lebih 2.000 PMA di Indonesia selama 10 tahun tidak bayar pajak,” kata Bambang di Kantor Staf Presiden, Senin (21/3/2016).

Menurut Bambang, berdasarkan penghitungan dan pemeriksaan pajak, perusahaan tersebut seharusnya membayar Rp 25 triliun per tahun. Artinya, dalam 10 tahun negara kehilangan penerimaan dari pajak sebesar Rp 500 triliun.

“Ini merupakan bagian dari penggelapan pajak yang harus dibereskan,” tegas Bambang.

Sementara itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat banyaknya masalah kepatuhan pajak dari para wajib pajak.

Kepala PPATK Muhammad Yusuf mengatakan, setiap hari pihaknya menerima 150 ribu laporan mengenai transaksi keuangan. Laporan ini kemudian dikembangkan dan dianalisis bersama dengan Direktorat Jenderal Pajak. Hasilnya, banyak Wajib Pajak (WP) yang melakukan kecurangan dengan hanya membayar pajak lebih sedikit dari yang seharusnya dilaporkan.

“Kami ambil sampel, ternyata dari sampel itu sudah menunjukkan hasil. Misalnya semula orang itu (WP) katakanlah membayar pajak Rp 3 miliar saja, sekarang sudah Rp 50 miliar,” ungkap Yusuf seperti dikutip katadata.co.id, Selasa (22/3).

Dia mengaku belum mengetahui berapa jumlah wajib pajak yang melakukan hal ini, tapi diperkirakan cukup banyak.

Risal Kurnia

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid