Maluku Utara Dalam Hegemoni Jakarta

Ternate, Berdikari Online – Forum Simposium Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maluku Utara melakukan dialog publik dengan Tema “Maluku Utara dalam Hegemoni Jakarta” di pelataran kampus Muhammadiyah B kota Ternate, Senin (03/06/2024).

Muid Musapao selaku koordinator menyampaikan Forum Simposium Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maluku Utara merupakan sebuah instrumen literasi baca dan diskusi dan tidak hanya baca-diskusi tapi merupakan alat perjuangan lintas kampus.

“Kegiatan diskusi publik yang kita selenggarakan dengan tema Maluku Utara dalam Hegemoni Jakarta bukanlah tema yang rasial tapi tema ini diangkat berdasarkan situasi sosial, ekonomi dan politik Maluku Utara,” katanya.

“Bagaimana kelompok kapitalisme-birokrat di Senayan, Jakarta membentuk pola-pola baru penjajahan atas suku bangsa minoritas seperti Maluku Utara di Indonesia. Hal ini ditandai dengan kebijakan melemahkan status otonomi daerah dengan kebijakan politik dan lain-lain; semua tersentralisasi di pemerintahan pusat; alhasil kebijakan eksploitatif kian masif, “ tambah Muid juga selaku aktivis FMN menjelaskan.

Tak hanya itu menurut Muid, hasil pengerukan sumber daya alam di Maluku Utara tidak terkontrol yang pada akhirnya menyasar pada kelas tani di pedesaan. Konflik agraria juga terjadi dikarenakan ekspansi rezim ekstraktivisme yang bersumber dari kabir di Senayan.

Muid juga menilai bahwa Proyek Strategi Nasional (PSN) yang ada di Maluku Utara sangat syarat dengan perampasan ruang hidup rakyat. “Penebangan rempah-rempah: Pala, cengkeh dan kelapa seperti halnya Portugis dan Spanyol menjajah kita dengan gerakan penebangan pohon pada masa penjajahan.”

Simposium mahasiswa juga mengarahkan perjuangan massa mahasiswa untuk melawan komersialisasi, privatisasi dan liberalisasi pendidikan. “Pendidikan mahal adalah isu utama sebagai problem sektor pendidikan yang kami kampanyekan dan memberikan solusi ke negara untuk mewujudkan pendidikan ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat,” tutup Muid.

Diketahui organisasi yang terlibat dalam dialog publik tersebut di antaranya, FMN Cabang Ternate, SAMURAI-MU, LMND Kota Ternate, SEKOLAH CRITIS, dan IMM Komisariat FISIP-UMMU.

(Fikar Toadore) 

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid