LMND Unibos Tolak Kenaikan Iuran BPJS

Rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mendapat penolakan luas. Tidak hanya oleh rakyat miskin dan buruh, tetapi juga oleh mahasiswa.

Kamis (31/3) siang, puluhan mahasiswa anggota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) komisariat Universitas Bosowa Makassar menggelar aksi massa memprotes rencana kenaikan iuran BPJS tersebut.

“Kenaikan premi BPJS ini akan menambah beban ekonomi masyarakat. Pelayanannya amburadul, tetapi preminya naik terus,” ujar koordinator aksi, Muhammad Sadik Wajo, kepada berdikarionline.com.

Menurut dia, selama ini masyarakat banyak mengeluhkan layanan BPJS yang kurang baik. Belum lagi, masih banyak rumah sakit yang menolak pasien miskin pengguna BPJS.

Sekarang ini saja, ungkap Sadik, banyak peserta BPJS mandiri yang menunggak pembayaran iuran. Itu terjadi lantaran kemampuan ekonomi mereka terbatas dalam membayar premi per bulan secara rutin.

“Ini malah mau dinaikkan. Saya kira ini bentuk pemalakan terhadap rakyat,” tegasnya.

Sadik menegaskan, jika merujuk pada konstitusi, kesehatan adalah hak dasar warga negara. Artinya, kata dia, setiap warga negara tidak boleh dipersulit dalam mendapatkan akses layanan kesehatan.

Karena itu, pihaknya meminta ada evaluasi terkait penyelenggaran layanan kesehatan ala BPJS ini. Sebab, ujar dia, layanan kesehatan ala BPJS membebankan urusan kesehatan kepada individu.

(Baca: Tinggalkan BPJS, Contohlah Kuba, Venezuela dan Ekuador!)

“Kesehatan itu mestinya tanggung jawab negara. Bukan malah menarik uang dari rakyat atas nama layanan kesehatan,” jelas dia.

Aksi massa yang digelar oleh LMND Unibos ini diisi dengan orasi-orasi dan pembacaan pernyatan sikap. Mereka melakukan aksinya di bawah jembatan layan Jalan Urip Sumoharjo.

Seperti diketahui, kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

Mulai April nanti, iuran PBI yang semula Rp 19.250 per orang dinaikkan menjadi Rp 23.000 per orang.

Sedang untuk iuran BPJS Mandiri ditetapkan untuk kelas 3 yang semula Rp 25.500 per orang menjadi Rp 30.000 per orang.

Kelas 2 dari Rp 42.500 per orang menjadi Rp 51.000 per orang dan kelas 1 dari 59.500 per orang menjadi Rp 80.000 per orang.

Abdul Gafur Sarabity

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid