LMND Demo Polres Pandeglang Buntut Dugaan Pungli Dana Aspirasi PIP

Serang, Berdikari Online – Eksekutif Komisariat Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Universitas Mathlaul Anwar Banten melakukan demonstrasi di Polres Pandeglang buntut belum ditindaklanjutinya dugaan pungutan liar dana aspirasi Program Indonesia Pintar (PIP) di Universitas Mathlaul Anwar Banten, Selasa, 2 Juli 2024.

Bendi Nurdiansyah, Sekretaris LMND Unma yang juga Kordinator aksi menuturkan, pihaknya telah memegang beberapa bukti terkait pungli tersebut dan mengantongi nama-nama korban.

Hanya, setelah pihaknya melakukan laporan ke pihak kepolisian akhir tahun lalu, belum ada proses hukum yang berjalan.

“Kita belum melihat titik terang kasus pungli PIP yang terjadi di Unma Banten. Aksi ini bentuk protes kita ke Polres Pandeglang supaya tidak membiarkan kasus ini berlarut-larut,” kata Bendi.

Bendi melanjutkan, pungli tersebut telah menyeret beberapa nama, dan yang membuat dirinya tak habis pikir dilakukan oleh salah satu anggota DPR RI dan akademisi.

“Kita tak habis pikir, wakil rakyat seharusnya melindungi rakyat. Ini malah melakukan pemerasan,” tambah Bendi.

Tak hanya itu, menurut Bendi, digelontorkannya program Indonesia Pintar (PIP) oleh pemerintah diperuntukkan untuk membantu warga kurang mampu supaya tetap dapat mengakses pendidikan dengan murah.

Hanya yang disayangkan, aktor intelektual dan wakil rakyat malah masih tega melakukan pemotongan dan pemerasan kepada rakyat kecil.

“Harus segera diproses. Jangan sampai hal semacam ini dibiarkan begitu saja,” kata Bendi lagi.

Bendi juga menyesalkan tindakan aparat penegak hukum yang tidak segera bertindak cepat menangani kasus tersebut. Sejak laporan masuk hingga saat ini, belum ada titik terang penanganan kasus tersebut.

“Ini kita harus mengadu ke mana lagi kalau proses hukum yang kami harapkan begini. Kita harus ke mana mencari keadilan,” kata Bendi.

Bendi mengaku, bersama LMND Unma Banten pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas dan oknum yang terlibat diberikan sanksi seberat-beratnya karena dinilai menghina institusi pendidikan dan kepercayaan rakyat.

(Samsul)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid