LMND dan STN Tuntut Stabilitas Harga Komoditas Jagung

Mataram, Berdikari Online – Aksi demonstrasi yang digelar Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Serikat Tani Nelayan (STN) di Sumbawa pada hari ini, Senin (20/05/2024), menuntut stabilitas harga komoditas jagung.

Aksi ini perlu menjadi perhatian pemerintah agar segera direalisasikan demi kepentingan rakyat. Aksi ini juga menjadi atensi pengurus wilayah LMND NTB.

Menurut Ketua LMND NTB yang akrab disapa Bung Afdhol, aksi LMND dan STN Sumbawa 1000% positif dan harus didukung. Bung Afdhol juga menyerukan kepada pengurus LMND yang tersebar di berbagai daerah kabupaten/kota di wilayah NTB untuk mendukung aksi tersebut.

“Jauh-jauh hari,” kata Bung Afdhol,”kami sudah mengambil ancang-ancang untuk menggelar aksi ini, dengan melakukan investigasi dan konsolidasi lapangan secara langsung ke para petani di berbagai zona dan juga laporan kawan-kawan LMND dan STN di berbagai tempat termasuk di Wilayah Bima, Dompu, dan Lombok. Secara intensif, kami terus berkoordinasi dengan struktur LMND tingkat kabupaten dan kota di NTB karena memang tiap tahun yang telah kita lalui tetap menghadapi persoalan klasik seperti ini.”

“Namun, kita juga melihat situasi dan perkembangan terkini sebagaimana keputusan Badan Pangan Nasional, BPN, nomor 136/TS.02.02/K/4/2024 tanggal 25 April 2024 terkait Fleksibilitas Harga Acuan Pembelian, HAP, di tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Jagung. Kabar ini memang sempat membuat petani cukup menggembirakan. Sayangnya fakta di lapangan, para petani tetap murung karena realitas lapangan tidak sesuai harapan. Mau tidak mau petani juga harus menjual melalui perusahaan atau gudang mitra Bulog. Secara ide, Bulog menyerap langsung ke petani, ternyata tidak, nyatanya Petani harus jual ke Gudang yang memiliki Corn Dryer baru Bulog bisa menerima. Tentu besaran selisih harga yang diterapkan Gudang Corn Dryer juga besar,” lanjut Afdhol menerangkan.

Menurut Afdhol, sebenarnya, persoalan klasik seperti ini harus dikembalikan kepada penanganan dan ide klasik juga namun tetap relevan di zaman modern ini. “Ide Bung Hatta tentang Koperasi harus di galakkan ke kelompok-kelompok tani, diperkuat juga oleh Pasal 33 UUD 45 dan BUMN, BUMD, BUMDES sebagai Eksekutor lapangan,”katanya. “Tak hanya itu, menyikapi aksi ini, saya tadi ke KanWil Bulog NTB untuk terus berkoordinasi agar keruwetan persoalan ini dapat segera diatasi dengan penambahan gudang tampung di berbagai wilayah di NTB termasuk Kabupaten Sumbawa, dan menerapkan Rantai Pasar yang sederhana dengan Harga beli yang memihak kepada kepentingan kebanyakan rakyat tani, bukan segelintir pengusaha, selanjutnya LMND NTB akan bersurat ke pusat.”

(Jul)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid