Kiat Kota-Kota yang Berkomitmen Menolong Pengungsi

London dan Liverpool Menantang Dampak dalam Menampung Pengungsi

 

Liverpool berjuang mengatasi perubahan kebijakan Kementerian Dalam Negeri yang mengurangi kesempatan bagi pencari suaka yang berhasil untuk meninggalkan akomodasi Home Office. Sementara itu, jumlah pengungsi yang tidur seadanya di jalanan London melonjak 800% dalam dua bulan akibat kebijakan tersebut.

Liverpool menghadapi krisis akomodasi Home Office. Lebih dari 1.000 pencari suaka diperkirakan akan menerima keputusan sebelum Natal. Dewan kota khawatir ratusan orang akan kehilangan tempat tinggal.

Krisis perumahan diperparah oleh keluarnya tuan tanah dari pasar sewa pribadi akibat melonjaknya pembayaran cicilan rumah. Korbannya adalah salah satu anggota kabinet dewan kota, Sarah Doyle yang mengalami penggusuran serupa.

Tiga tahun lalu pengeluaran untuk akomodasi sementara adalah sekitar £250.000 per tahun dan pada akhir 2023 diperkirakan akan mencapai £19 juta.

Liam Robinson, pemimpin dewan kota Liverpool, menyatakan kekhawatiran terhadap tuntutan menambah fasilitas setempat karena kantor Home Office di kota tersebut mengajukan banding akhir. Robinson menekankan perlunya rencana pemerintah yang lebih menyeluruh dan mendorong setiap pemerintah daerah memenuhi kebutuhan per kapita pencari suaka dan pengungsi sebagai dasar kemanusiaan.

Sementara itu di London, Tom Copley, Wakil Walikota untuk Urusan Perumahan, menekankan perlunya perubahan kebijakan untuk mencegah tragedi kian banyaknya orang tanpa naungan di jalanan. Pemerintah berusaha mempercepat pemrosesan suaka untuk memenuhi janjinya menyelesaikan penumpukan kasus pada akhir tahun.

Inilah salah satu nasib seorang pengungsi. Adam, bukan nama sebenarnya, melarikan diri dari penganiayaan di Yaman dan menunggu dua tahun untuk proses permohonan suaka di Inggris. Setelah mendapatkan status resmi sebagai pengungsi, ia terpaksa hidup di jalanan. Dia ketakutan dan kecewa atas mimpi indahnya tentang peluang di Inggris. Beruntung, badan amal Refugees at Home menyelamatkannya dengan mendapatkan sebuah keluarga untuk menampungnya.

Sementara itu, Roberts dan tim di Merseyside Refugee Support Network memperkirakan peningkatan kasus menjelang Natal. Roberts menggambarkan keputusasaan dan rasa miris potensi orang tewas di taman dan jalanan. Dia menekankan pentingnya perlakuan manusiawi terhadap para pengungsi.

Direktur Eksekutif Carly Whyborn menyatakan bahwa badan amal seperti mereka bekerja keras membantu pengungsi yang diusir dan menghadapi musim dingin di jalanan. Jumlah orang yang meminta bantuan kepada badan amal ini tiga kali lipat lebih banyak daripada tahun sebelumnya, dengan 204 rujukan hanya pada bulan Oktober 2023, dibandingkan dengan 69 rujukan pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, jumlah pengungsi yang tidur di jalanan London meningkat 800% dalam dua bulan, yang dikaitkan dengan perubahan kebijakan Kementerian Dalam Negeri.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, setelah klaim suaka disetujui, seseorang memiliki minimal 28 hari untuk pindah dari akomodasi suaka mereka dan tinggal di penginapan-penginapan.

Sky News menemukan bukti bahwa banyak pengungsi hanya diberikan waktu kurang dari 28 hari, bahkan terkadang kurang dari seminggu, setelah menerima Biometric Residence Permit (BRP), memaksa mereka menjadi tunawisma. Sebelum bulan Agustus 2023, periode 28 hari dimulai ketika pengungsi mendapatkan BRP, yang diperlukan untuk mengakses Kredit Universal dan tunjangan lainnya.

Pada musim panas, Home Office mulai menghitung mundur dari hari pengungsi menerima surat keputusan suaka mereka, bukan dari saat mereka mendapatkan Biometric Residence Permit (BRP) seperti sebelumnya.

Dampaknya terlihat, dengan jumlah orang yang tidur di jalanan London setelah meninggalkan akomodasi suaka meningkat 827%, dari 11 orang pada bulan Juli 2023 menjadi 102 orang pada bulan September 2023. Palang Merah memperkirakan bahwa tanpa bantuan tambahan, 50.000 pengungsi di seluruh Inggris berisiko menjadi tunawisma.

Migrant Help dan mitra mereka memberikan dukungan, termasuk saran tentang kredit universal, pasar tenaga kerja, dan bantuan tempat tinggal. Kementerian berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah setempat dalam membantu komunitas saat kasus suaka diputuskan.

24 November 2023

Lino Sanjoyo

Aktivis Pengungsi

Foto : Illustrasi menyambut Amal Kecil Pekan Pengungsi Sedunia di Liverpool

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid