Garda Teuku Umar: Pertahankan Meuligoe Iskandar Muda Yogyakarta

Masyarakat Aceh di perantauan yang tergabung dalam Garda Teuku Umar mengajak seluruh masyarakat Aceh di perantauan untuk mengalang petisi dukungan guna mempertahankan Meuligoe Iskandar Muda di Yogyakarta.

Meuligoe Iskandar Muda adalah asrama pelajar dan mahasiswa asal Aceh di Yogyakarta. Asrama yang beralamat di Jalan Poncowinatan Nomor 6 Yogyakarta itu sudah dipergunakan sejak tahun 1949. Namun, sejak beberapa lalu bangunan tersebut digugat oleh orang yang bernama Sutan Suryajaya.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk menggalang petisi mendukung mahasiswa yang sedang berjuang mempertahankan hak, harkat dan martabatnya,” ujar Sekretaris Jenderal Garda Teuku, Umar Samsul B. Ibrahim, di Jakarta Sabtu (13/8) siang.

Garda Teuku Umar kecewa dengan absennya Pemerintah Aceh dalam menyelesaikan masalah yang saat ini menghantui mahasiswa Aceh di Yogyakarta tersebut.

“Sekarang saatnya kita berbicara, nerespon setiap masalah yang bisa mengganggu persatuan masyarakat Aceh di perantauan, sehingga tidak ada alasan untuk buang badan dan menonton saja apa yang sedang dialami oleh mahasiswa aceh di sana,” ujar Samsul.

Dalam hal ini, Garda Teuku Umar berusaha mempertahankan asrama tersebut. Mereka bersedia melakukan pendampingan dan memberikan bantuan hukum untuk mengadvokasi kasus tersebut.

“Jika saja ada rakyat Aceh yang coba diusik dan dizalimi oleh suatu kelompok,  kita tidak akan tinggal diam. Kita akan turun untuk membantu, termasuk memberikan pendampingan hukum”.

Garda Teuku Umar mendesak merintah  Provinsi Yogyakarta untuk turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Mereka juga meminta Badan Pertanahan Nasional untuk menyelesaikan masalah itu. (AJS)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid