Ganjar-Mahfud Boneka Politik Guntur Soekarnoputra

Jakarta, Berdikari Online –Ketua Umum Persaudaraan 98 Wahab Talaohu menilai statemen Guntur Soekarnoputra sangat tendensius dan telah membuka watak dan tabiat asli pasangan Ganjar-Mahfud yang selama ini sengaja ditutup rapat.

“Statemen Guntur mengonfirmasi bahwa Ganjar-Mahfud adalah pasangan Capres-Cawapres yang bisa dikendalikan atau jadi bonekanya Guntur,” katanya.

“Bayangkan! Guntur bisa memaksa Ganjar-Mahfud menggunakan hak prerogatif untuk balas dendam politik. Tentu ini sesuatu yang sangat berbahaya untuk masa depan demokrasi kita,” tambah Wahab Talaohu yang juga sebagai
Wakil Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran tersebut kepada wartawan, Jakarta, Senin (29/01/24)

“Kalau kekuasaan dan hak prerogatif berada di Mas Ganjar dan Pak Mahfud, hal-hal lain mau kita apa-apakan jadi gampang, termasuk Jokowi itu mau kita apain. Ini kan banyak macam-macam ada yang minta pemakzulan,” kata Guntur Soekarnoputra dalam acara Rock and Roll Day’s di Rumah Aspirasi Ganjar-Mahfud di Jalan Diponegoro Nomor 72, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 29 Januari 2024.

Menurut Wahab, Guntur Soekarnoputra adalah orang yang kala itu paling mendukung Jokowi. Hal itu terlihat dari tulisannya di Harian Kompas edisi 30 September 2023 yang berjudul “Indonesia, Jokowi dan Megawati Pasca 2024”.

Menurut Wahab juga, ada dua catatan penting yang bisa ditarik dari tulisan Guntur Soekarnoputra tersebut. Pertama, Guntur mengusulkan agar Jokowi melanjutkan estafet kepemimpinan menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan menggantikan Megawati Soekarnoputri. Kedua, Guntur sangat mendukung kebijakan hilirisasi Jokowi dengan mengatakan, apa yang dilakukan Presiden Jokowi dapat menjadi lompatan besar peradaban negara dan kemajuan bangsa. Yang mana itu sama dengan sikap dan kebijakan politik Bung Karno di masa kejayaannya.

Wahab pun sangat menyayangkan sikap Guntur Soekarnoputra yang justru tidak konsisten dan berseberangan dengan prinsip-prinsip serta keteladanan yang telah diajarkan Bung Karno.

“Sikap Guntur condong pada politik hasut dan balas dendam. Itu sangat melenceng dan menciderai nilai-nilai yang telah diajarkan Bung Karno kepada kita semua. Entah apa yang sedang merasuki beliau?” tutup Wahab.

(Amir)

Foto : Sumber (Akurat.co/Moehamad Dheny Permana)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid