Digusur Paksa, Rakyat Di Kelurahan Tumumpa II Melawan

Manado, Berdikari Online – Penggusuran paksa kembali tercipta di wilayah Kota Manado, tepatnya di Kelurahan Tumumpa II. Penggusuran ternilai sangat sepihak; pasalnya tidak ada informasi kepada masyarakat. Pihak Pemkot Manado yang dihadiri langsung oleh Lurah Tumumpa II tiba di lokasi sekira Pukul 10.45, Kamis, (07/09/2023).

Pihak Pemkot langsung mendapat penghadangan dari masyarakat. Tak tanggung-tanggung, pihak Satpol-PP atas instruksi Pemerintah Kota Manado yang menerobos rumah warga guna melakukan penggusuran, disiram air panas oleh masyarakat setempat .

Masyarakat bertahan di rumahnya masing-masing agar tindakan penggusuran tidak tercipta. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa tanah tersebut adalah hak milik mereka. Pasalnya masyarakat sudah mendiami tempat tersebut sejak tahun 1950-an.

Saat ditanyakan terkait dasar kepemilikan bahwa tanah tersebut sudah menjadi milik Pemkot, yang ditunjukkan hanya Surat Perintah penggusuran semata. Bahkan masyarakat mempertanyakan terkait masuknya Polisi Militer sebagai pengamanan dalam penggusuran tersebut. Jawaban yang diberikan yaitu mereka berdasar pada Surat Perintah.

Penggusuran merupakan tindakan yang tak berperikemanusiaan, terlebih sangat melanggar Hak Asasi Manusia. Sebab, masyarakat harus tergusur dari kehidupan sosialnya. Tak jarang masyarakat yang tergusur, anaknya harus putus sekolah, arah ekonomi tak jelas bahkan berefek terhadap mental rakyat.

“Saya selaku pendamping masyarakat akan melaporkan tindakan ini ke pihak Polda Sulawesi Utara. Pasalnya pengrusakan ini sangatlah bersifat sepihak,” tegas Jim Tindi

(Alvian)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid