Di Chile, Mantan Aktivis Mahasiswa Jadi Capres Terkuat

Di Chile, anak-anak muda mulai menuliskan sejarah baru negerinya. Tidak hanya di jalanan, tetapi juga lewat proses politik formal: pemilu.

Gabriel Boric, seorang aktivis berusia 35 tahun, baru saja memenangi pemilihan calon Presiden dari koalisi kiri, Apruebo Dignidad.

Kemenangannya mengejutkan. Dia berhasil menyingkirkan kandidat populer dari partai Komunis, Daniel Jadue. Boric meraih suara sangat signifikan: 60 persen.

Padahal, berdasarkan berbagai jajak pendapat, Daniel Jadue merupakan kandidat terpopuler dan pemegang elektabilitas tertinggi untuk Pemilu Chile pada bulan November mendatang.

Dengan hasil mengejutkan itu, Gabriel Boric akan maju sebagai Calon Presiden Chile dari koalisi kiri Apruebo Dignidad. Kalau tak ada aral melintang, pemilu akan digelar pada 21 November 2021.

Apruebo Dignidad bukanlah koalisi ecek-ecek. Pada pemilu Majelis Konstituante pada pertengahan Mei 2021 lalu, koalisi ini berhasil suara terbanyak kedua. Mereka juga berhasil menempatkan 28 wakilnya di Majelis Konstituante.

Koalisi ini merupakan gabungan dari Frente Amplio (koalisi partai kiri dan gerakan sosial), Chile Digno (koalisi partai komunis dan kiri hijau), dan partai kesetaraan (Partido Igualdad).

Baca juga: Bagaimana Aktivis Mahasiswa Mengubah Wajah Politik Chile?

Di koalisi kanan, Vamos Chile, juga terjadi kejutan. Sebastián Sichel, seorang bankir dan mantan Menteri di era Sebastian Pinera, juga terpilih sebagai Calon Presiden dari koalisi kanan.

Sichel, yang diusung oleh partai Kristen Demokrat, berhasil menyingkirkan kandidat yang diunggulkan kubu sayap kanan, Joaquín Lavin.

Mantan Aktivis Mahasiswa

Boric adalah satu dari sejumlah anak muda yang mewarnai politik Chile hari-hari ini. 

Satu dekade lalu, dia bersama Camila Vallejo dan Giorgio Jackson memimpin ratusan ribu mahasiswa Chile berbaris di jalanan untuk menentang neoliberalisme di sektor pendidikan.

Saat itu, usianya baru 25 tahun. Dengan potongan rambut agak panjang, kerap memakai kemeja, Boric menjadi pemimpin gerakan mahasiswa. Sama seperti Vallejo, dia juga pernah menjadi Presiden Federasi Mahasiswa Universitas di Chile (FECH).

Setelah meraih gelar sarjana hukum di Universidad de Chile, Boric terjun ke politik. Dia menjadi anggota partai kiri, Izquierda Autónoma (IA).

Lalu, pada pemilu 2013, Boric maju sebagai calon anggota DPR dari jalur independen untuk wilayah pemilihan Magallanes. Dia berhasil dan meraih suara terbanyak di daerah pemilihannya.

Semasa menjadi anggota DPR, bersama kawan-kawan aktivisnya, seperti Camila Vallejo, Karol Cariola, dan Giorgio Jackson, Boric terus memperjuangkan apa yang pernah mereka suarakan di jalanan. Mulai dari isu pendidikan gratis hingga penyusunan konsitusi baru.

Tahun 2017, belajar dari pengalaman Frente Amplio di Uruguay dan Podemos di Spanyol, Boric dan kawan-kawan aktivisnya mendirikan partai alternatif bernama: Frente Amplio.

Tahun itu juga Chile menggelar Pemilu. Berhubung partai baru ini tidak punya kandidat yang populer, Boric dan kawan-kawan mendekati seorang jurnalis televisi yang progresif, Beatriz Sánchez.

Dari sekitar lima kandidat yang dipilih untuk diusung oleh Frente Amplio, Sánchez meraih suara terbanyak. Akhirnya, Frente Amplio resmi mengusung Sánchez sebagai capresnya.

Kendati tidak menang, tetapi hasilnya luar biasa. Kendati partai baru, Frente Amplio berhasil menempatkan Sánchez di urutan ketiga (hanya beda tipis dengan kandidat urutan kedua).

Frente Amplio juga berhasil merebut 20 kursi (dari 155 kursi) dan 1 kursi senat (dari 43 kursi). Sebuah prestasi luar biasa untuk sebuah partai baru.

Di pemilu Majelis Konstituante pada pertengahan Mei lalu, Frente Amplio bersekutu dengan koalisi partai komunis dan hijau, membentuk front politik baru: Apruebo Dignidad. Kini, Apruebo Dignidad menjadi koalisi politik terbesar kedua di Chile. 

Baca juga: Chile Bergeser ke Kiri

Di pemilu November nanti, Gabriel Boric tak hanya akan bersaing dengan Sebastián Sichel. Ada kandidat dari sayap kanan ekstrim (Republikan), José Antonio Kast. 

Sedangkan dari koalisi kiri-tengah, Unidad Constituyente, belum menggelar pemilihan kandidat mereka. Tapi ada dua nama yang sudah muncul, yakni Paula Narváez (partai Sosialis) dan Yasna Provoste (Kristen Demokrat).

Melihat peta politik sekarang, Gabriel Boric sangat berpeluang memenangi Pilpres. Apalagi dia didukung oleh koalisi yang solid. 

RAYMOND SAMUEL

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid