Brasil Membantah Hambat Perluasan Keanggotaan BRICS

Brasilia, Berdikari Online – Presiden Brasil, Lula Da Silva, mengatakan negaranya akan menerima keanggotaan baru ke dalam kelompok BRICS apabila negara-negara yang mendaftar memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan sebelumnya. Pernyataan ini disampaikan Lula dalam konferensi pers di Istana Platano, Brasilia, Brasil, Rabu (02/08/2023).

“Kami sedang mendiskusikan masuknya negara-negara baru (ke dalam blok Brasil, Rusia, India dan China), dan saya berpendapat bahwa sebanyak mungkin negara ingin bergabung, jika mereka setuju dengan peraturan yang kita buat, kita akan menerima masuknya negara-negara tersebut,” jelas Presiden Lula.

Pernyataan Lula ini jadi bantahan terhadap berita yang ditulis Kantor Berita Reuters sebelumnya yang menyebutkan Brasil menentang bergabungnya negara-negara baru ke dalam BRICS.

Pada berita terseubt Reuters mengaku mengutip sumber pejabat Brasil yang anonim, bahwa Brasil khawatir perluasan keanggotaan BRICS akan menurunkan pengaruh negaranya.

Tiongkok dan Rusia lebih dahulu mendorong perluasan keanggotaan BRICS. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan pihaknya “mendukung kemajuan dalam perluasan keanggotaan dan menyambut lebih banyak mitra yang mempunyai pemikiran serupa untuk bergabung dalam ‘keluarga BRICS’.

Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Dmitry Peskov mengatakan topik yang dibahas ini sangat penting berhubung semakin banyak negara yang menyatakan ketertarikan mereka untuk bergabung.

Kabar terakhir sudah 22 negara yang secara resmi mengajukan permintaan bergabung dan terdapat 40 negara lain yang menyatakan minatnya.

Perluasan keanggotaan BRICS ini akan menciptakan perimbangan baru dalam konstelasi geopolitik global. Terlebih, apabila pembahasan mengenai mata uang perdagangan global yang bersandar pada nilai emas jadi diterapkan untuk menggantikan peran dolar Amerika Serikat.

(Dom)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid