Bendera Merah Putih, Lagu Kebangsaan Dan Persatuan Nasional

17 Agustus selalu identik dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI).  Peringatan HUT RI selalu ditandai dengan Upacara Pengibaran Bendera  Merah Putih dan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

 Nuansa Merah Putih juga dapat dipastikan mewarnai setiap sudut desa atau kota di Indonesia. Tentunya Bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya memiliki sejarah yang cukup menarik sehingga dijadikan lambang Negara Indonesia. Untuk itu penulis akan mencoba merangkum asal usul Merah Putih  dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Sejarah Bendera Merah Putih

Asal usul  Bendera Merah Putih tidak muncul begitu saja pada saat Proklamasi 17 Agustus 1945 melainkan sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu pada masa kerajaan. Warna Merah Putih sebagai lambang Negara pertama kali ditemukan pada Prasasti Gunung Butak peninggalan Majapahit sekitar 1294 M.

 Warna Merah Putih kemudian digunakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Belanda. Penggunaan bendera tersebut berawal saat para mahasiswa menghadiri konferensi di Driebergen pada tahun 1920. Sultan Hamengkubuwono VIII turut menghadiri acara tersebut datang menggunakan mobil dengan umbul-umbul “gula-kelapa”. Hal tersebut menjadi inspirasi bagi para mahasiswa untuk membuat bendera dengan warna yang sama. Untuk memberikan corak lain, ditambahkanlah kepala Kerbau pada bendera tersebut.

Beberapa tahun kemudian, Bung Karno mengubah gambar Kerbau tersebut menjadi Banteng yang dianggapnya lebih perkasa. Pada tahun 1944, dibentuklah sebuah panitia yang diketuai oleh Ki Hajar Dewantoro dengan tugas menjelaskan makna warna Merah Putih dan menentukan ukuran bendera. Selanjutnya, warna Merah Putih itu dimaknai dengan Berani (Merah) dan Suci (Putih). Bendera Merah Putih memiliki ukuran 2:3 dengan perbandingan tinggi 2 Cm dan lebar 3 Cm.

Pada tahun 1944, Jepang memberi janji kemerdekaan pada Indonesia dan membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Salah satu poin pembahasan dalam rapat BPUPKI adalah penggunaan bendera dan lagu kebangsaan yang sama di seluruh Indonesia. Kemudian, lahirlah satu keputusan bahwa Indonesia akan menggunakan Bendera Merah Putih. Bendera Merah Putih putih dijahit oleh Ibu Fatmawati setelah kembali ke Jakarta dari pengasingan di Bengkulu.

Sejarah Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Sejarah lagu Indonesia Raya awalnya muncul dari pemikiran para pejuang bangsa, salah satunya Ki Hajar Dewantara pada tahun 1918. Ki Hajar Dewantara berpikir bahwa Indonesia harus memiliki lagu kebangsaan. Hal ini ditanggapi oleh Wage Rudolf Soepratman (W.R Supratman) yang kemudian memikirkan gagasan tersebut dan mulai menciptakan Lagu Indonesia Raya pada tahun 1924.

Tentunya, untuk membuat aransemen lagu Indonesia Raya tersebut bukanlah perkara mudah. Bahkan, W.R Soepratman sempat ditangkap oleh Belanda karena mengaransemen lagu kebangsaan yang dapat menggugah jiwa nasionalisme terhadap Indonesia.

Setelah rampung, lagu Indonesia Raya kemudian diperkenalkan di Kongres Pemuda II di Batavia pada tanggal 28 Oktober 1928. Lagu ini kemudian menjadi salah satu motivasi penggerak rasa nasionalisme bagi para pemuda Indonesia. Pada tanggal 10 November 1928, lagu Indonesia Raya mulai dikenal luas setelah Sin Po, surat kabar China berbahasa melayu menerbitkan lirik lagu tersebut.

Lagu Indonesia Raya kemudian menjadi lagu wajib yang akan dinyanyikan ketika upacara bendera pada HUT RI yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus bersamaan dengan pengibaran bendera Merah Putih. Hal ini kemudian ditetapkan pula dalam Undang-Undang nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Persatuan Nasional dan Kemerdekaan

Sebelumnya, kita sudah membahas tentang sejarah dan makna dari Bendera Merah Putih putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tentu kita ketahui bersama bahwa kemerdekaan bisa diwujudkan dengan persatuan nasional. Tepat 78 tahun yang lalu para pejuang bangsa Ini bisa mengusir penjajah dengan simbol persatuan tanpa memandang suku, ras, dan agama sehingga bangsa ini diakui telah merdeka. Namun, arti kata dari kemerdekaan hanya menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu mengusir para penjajah dari tanah air.

Kemerdekaan tidak mampu membuat masyarakat Indonesia merasakan kesejahteraan. Masih banyak anak-anak bangsa yang buta huruf karena tidak berpendidikan sebab pendidikan sangat mahal, masih banyak petani yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya karena hasil panennya dibeli dengan harga yang sangat murah, masih banyak masyarakat yang tidak bisa mendapatkan kesehatan dengan layak karena biaya kesehatan yang sangat tinggi, masih banyak masyarakat yang diperhadapkan dengan aparat penegak hukum karena konflik agraria dan mengalami kriminalisasi, masih banyak perempuan dan anak yang mengalami kekerasan fisik, psikis, dan seksual sebab masih minimnya ruang aman dan perlindungan terhadap perempuan dan anak, dan masih banyak nelayan yang harus mencari ikan di tempat yang jauh dari daerahnya sebab laut tercemar akibat limbah pertambangan yang tidak dikelola dengan baik.

Indonesia adalah Negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun, masyarakatnya masih sangat jauh dari kesejahteraan. Bagaimana tidak? 10% orang menguasai hingga 60% kekayaan alam Indonesia dan sistem politik dikuasai oleh para pengusaha sehingga kebijakan yang dibuat hanya untuk kepentingan pribadi dan bisnisnya; bukan untuk kepentingan seluruh masyarakat.

Peringatan HUT RI hanya untuk menjalankan kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia sebagai bangsa yang merdeka akan tetapi makna dari sebuah perjuangan, kita luput untuk mendalaminya.

Istilah Kemerdekaan bagi Bung Karno hanyalah jembatan emas setelah kita melewati jembatan akan memperbaiki kehidupan sosial masyarakat sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Akan tetapi, sampai saat ini, sudah 78 tahun Indonesia merdeka, cita-cita tersebut belum terwujud.

Sesuai dengan makna pada warna Bendera Merah artinya berani dan Putih artinya suci. Kita harus berani  menata kembali sistem Negara dengan perjuangan yang suci yaitu jangan lagi mempercayakan dalam arti membiarkan kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya kita di lobok-obok oleh segelintir orang yang hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri dan golongan. Makna dari bait lagu Indonesia Raya menekankan pada persatuan dan kesatuan bangsa serta dapat membangkitkan rasa nasionalisme para pemuda saat itu. Dengan persatuan nasional dapat mewujudkan perubahan pada tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Feby Rahmayana

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid