Bangun Persatuan Nasional untuk Keadilan Sosial dalam Tatanan Dunia Baru

Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) telah selesai melaksanakan Rapat Pimpinan Nasional III (Rapimnas) di Jakarta, Senin, 11 September 2023. Rapimnas dengan tema “Bangun Persatuan Nasional untuk Keadilan Sosial dalam Tatanan Dunia Baru”  yang diselenggarakan 2 hari dari Minggu, 10 September 2023 itu ditutup dengan Pidato Politik Ketua Umum PRIMA, Agus Jabo Priyono. Berikut adalah teks lengkap Pidato Politik tersebut:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Salam rakyat adil makmur.

Mari,  kita sampaikan salam untuk para Leluhur kita, untuk para Pendahulu kita, para Pahlawan kita dan untuk semua yang telah berjuang membela kepentingan bangsa dan tanah air.

Saudaraku,

saat ini,  dunia kembali bergerak. Perang Rusia-Ukraina kembali membelah dunia menjadi dua kekuatan utama.  Terjadi benturan antara kekuatan lama yang dipimpin Amerika Serikat, liberalisme dengan kapitalismenya menghadapi kekuatan baru nasionalis progressif yang dipelopori Rusia dan Tiongkok. Walaupun secara formal perang dingin telah selesai, tetapi hakikatnya masih terus terjadi gesekan keras antar kekuatan tersebut.

Setelah era sebelumnya, Amerika Latin bangkit. Sekarang Afrika menyusul, bergerak melepaskan diri dari penjajahan lama. Kapitalisme lama yang merampok Sumber Daya Alam dan martabat umat manusia sedang digulung, diporak-porandakan oleh perlawanan bangsa-bangsa yang sudah muak dengan segala bentuk penjajahan.

Setelah sekian lama berdialektika, modernisasi dengan liberalisme-kapitalismenya, ternyata tidak mampu mendamaikan dan justru membahayakan kehidupan umat manusia di dunia ini. Dunia membutuhkan sistem baru yang menghargai harkat martabat manusia, wajah baru yang adil penuh perdamaian.

Dari mana liberalisme dan kapitalisme ini lahir? Revolusi Pemikiran meletus di Eropa pada abad ke-15-16.  Terjadi perubahan Filsafat.  Konsep sebelumnya yang menyatakan bahwa hidup manusia di dunia ini hanya sekedar sebagai peziarah, mampir ngombe saja, berevolusi menjadikan manusia sebagai subyek utama kehidupan di muka bumi. Muncullah peradaban modern.  Terjadi Revolusi Industri di Inggris.  Sistem ekonomi merkantilis feodalistik berubah menjadi sistem industri manufaktur kapitalistik.  Revolusi Prancis mengubah sistem politik absolut feodalistik menjadi demokrasi borjuis.  Prilaku umat manusia berubah.  Dunia berganti rupa. Humanisme, rasionalisme, individualisme dan liberalisme menjadi filosofi, landasan dan bintang arah kehidupan baru. Dari Viator Mundi menjadi Faber Mundi.

Ada tiga faktor yang mempercepat perkembangan dunia modern yaitu ditemukannya mesiu, percetakan dan kompas. Mesiu telah meruntuhkan kekuasaan feodal. Percetakan telah menjadikan ilmu dan informasi tidak hanya bisa dikuasai oleh elit feodal saja, tetapi sudah bisa diakses, menyebar ke seluruh masyarakat.  Kompas menjadi penunjuk arah, navigasi, bagi orang Eropa untuk melakukan ekspansi.

Muncullah nasionalisme Eropa yang ekspansif dan eksploitatif dengan menjadikan tanah air bangsa timur dan selatan menjadi sasaran penjajahan. Sumber daya dirampas.  Harkat manusia ditindas. Eropa maju di atas perampokan harta kekayaan bangsa terjajah.

Sebelum kolonialisme masuk Insulinde, wilayah Kepulauan Nusantara, kehidupan ekonomi masyarakat seimbang: tidak ada eksploitasi. Keseimbangan kehidupan itu hancur ketika para pedagang Eropa masuk.  Monopoli dagang, pajak, tanam paksa, menurunkan derajat kemanusiaan rakyat di Nusantara menjadi inlander.

“Anda kembali ke negeri Anda sendiri yang dingin, kita akan menjadi kawan sesama anak bangsa. Anda boleh berdagang di Nusantara tetapi hanya di Batavia dan Semarang. Anda bisa menjadi warga Nusantara tetapi harus tunduk terhadap aturan-aturan yang berlaku.”  Itu Petisi dan sikap tegas Pangeran Diponegoro kepada Pemerintahan Hindia Belanda.

Harga diri sebagai bangsa bangkit. Semangat nasionalisme bangsa terjajah bangkit.  Muncul semangat pembebasan nasional. Perlawanan terhadap penindasan bangsa atas bangsa dan penindasan manusia atas manusia menggelagar. Pekik kemerdekaan menggema di angkasa dunia. Jika penduduk asli Amerika yaitu suku Indian habis karena dibantai para penjajah.  Jika Suku Aborigin habis dan sisanya tersingkir oleh kejamnya penjajahan, Bangsa Indonesia tetap tegak berdiri. Tidak pernah takluk karena terus melakukan perlawanan yang hebat dan terhormat terhadap penjajahan.

Kita adalah bangsa pejuang. Tidak akan pernah takluk dengan segala bentuk penjajahan!

Seperti baru kemarin sore,  perubahan peradaban dunia itu terjadi. Seperti baru malam tadi,  kita bertempur melawan penjajahan dan terasa baru fajar tadi,  kita memproklamirkan kemerdekaan. Begitu cepat dunia ini bergerak.

Gerakan modern dan konsep Indonesia merdeka sudah menggelora sejak awal tahun 1900-an. Sarekat Islam, Budi Utomo, Indische Partij, Koran, Selebaran, Vergadering, Aksi Massa, Pemogokan, menjadi metode dalam membangun pencerahan dan pergerakan melawan Kolonialisme.

Gagasan tentang Indonesia Merdeka itu kemudian disarikan dalam sebuah Manifesto yaitu Preambule UUD 1945 yang di dalamnya termaktub Tujuan Negara dan Dasar Negara: Pancasila. Batang Tubuh UUD 1945 yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara adalah penjabaran dari Preambule UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan. Maka dalam Pasal 33, yang mengatur kehidupan ekonomi sangat tegas menolak liberalisme dan kapitalisme.

Indonesia didirikan bukan berdasar liberalisme di mana kehidupan negara diatur oleh kepentingan modal dan kita pun bukan negara yang menganut sistem di mana seluruh kehidupan ekonomi diatur oleh negara.

Swasta boleh hidup.  Sektor ekonomi yang strategis dan menyangkut kehidupan orang banyak diurus negara. Di luar itu rakyat biasa sebagai tuan atas Negara Indonesia harus dijunjung tinggi dan dilindungi kehidupannya, kemakmurannya, dengan memberikan ruang usaha seluas-luasnya untuk menjamin kehidupannya. Negara harus menjadi alat bagi rakyat untuk melindungi kehidupannya, bukan alat bagi segelintir orang super kaya. Indonesia bukan milik oligarki yang bisa berbuat seenaknya untuk melindungi kepentingannya.

Bagi kita, demokrasi bukan untuk demokrasi. Demokrasi bukan untuk segelintir orang super kaya, bukan untuk oligarki. Demokrasi hanyalah alat untuk menjamin kehidupan yang adil dan makmur bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Sebentar lagi kita Pemilu (kalau jadi). Tugas dan tanggung jawab kita, PRIMA:

ke luar :  kita harus terus berjuang agar negara dan Presiden terpilih berani mengangkat harkat martabat kehidupan rakyat, melindungi tanah air dan segenap bangsa, mencerdaskan kehidupan rakyat, memajukan kesejahteraan umum dengan membuat UU yang melindungi kepentingan seluruh Rakyat Indonesia, membangun Industri Nasional yang kuat dan mandiri untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan tetap menjaga kelestarian alam dan menjunjung tinggi harkat martabat manusia, membangun kedaulatan pangan, dengan Sumber Daya Manusia yang unggul dan pemerintahan yang bersih.

Kita sangat berharap Presiden terpilih nanti berani mencabut UU yang bertentangan dengan kepentingan rakyat, yang bertentangan dengan semangat Preambule UUD 1945, yang bertentangan dengan Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945. Dan kita berharap ke depan,  ada UU yang mengatur oligarki: UU anti Oligarki.

Kita tidak menolak modernisasi tetapi kemajuan itu harus tunduk terhadap kemanusiaan. Kita harus membangun konsep sendiri yang sesuai dengan akar sejarah bangsa kita sendiri dalam membangun Indonesia, membangun jiwa, membangun raga. Indonesia: semua untuk semua. Pembangunan yang kita mau adalah pembangunan yang memanusiakan manusia Indonesia, bukan pembangunan yang membela kepentingan segelintir orang dengan menyingkirkan yang lain.

Mari membangun bangsa sesuai dengan jati diri kita. Pancasila adalah jati diri kita!

Bhineka Tunggal Ika: pemimpin harus menjadikan persatuan bangsa, persatuan nasional sebagai taman sari kehidupan berbangsa dan bernegara. Semua itu harus diletakkan di atas Pancasila sebagai filosofi, landasan dan bintang arah bagi Bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-citanya: Indonesia yang adil makmur, lahir batin.  

Ke dalam : apapun situasinya, apapun jalan yang akan kita tempuh menuju kekuasaan, kita, PRIMA, harus tetap teguh memegang garis politik Partai: walau langit runtuh, perjuangan menuju Indonesia yang adil makmur tidak akan pernah berhenti. Maka mari kita bangun diri kita, Partai kita.  PRIMA harus menjadi soko guru bagi bangsa dan negara sesuai dengan amanat para pendiri bangsa.  Kita hanya melanjutkan perjuangan para pendahulu kita yang terputus.

PRIMA adalah otot dan tulang baja bagi Bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-citanya. Kita harus memberi contoh bahwa kepentingan bangsa berada di atas kepentingan pribadi kita. Cita-cita kita, perjuangan Partai kita, harus kita tempatkan lebih tinggi dari kepentingan pribadi kita. Itulah Patriot yang dibutuhkan bangsa yang sedang berada di persimpangan jalan ini. Apapun situasinya, Partai harus tetap solid dan terpimpin, dalam elan perjuangan dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

Urusan luar negeri : walaupun politik luar negeri kita bebas aktif, situasi objektifnya mengharuskan kita untuk bekerjasama dengan kekuatan yang sedang tumbuh dan tidak eksploitatif. Kita tidak boleh lagi menjadi bangsa follower.  Kita harus bangkit dengan mengerahkan segala potensi yang kita miliki untuk menjadi negara industri yang kuat dan mandiri.

Pancasila Dasarnya, Trisakti Jalannya, Masyarakat Adil Makmur Tujuannya. Bangun Persatuan Nasional untuk Keadilan  Sosial dalam Tatanan Dunia Baru. Bangun Persatuan Nasional, Wujudkan Kesejahteraan Sosial,  Menangkan Pancasila.

Mengembalikan jati diri bangsa, mengangkat martabat bangsa, membangun tanpa menyingkirkan, maju dengan melindungi, makmur bersama seluruh bangsa, bukan hanya bagi orang-orang super kaya.

Mari, kembalilah ke Pancasila.  Kembali ke jati diri Bangsa: Indonesia adil makmur, aman sentosa.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Rakyat Adil Makmur

Menangkan Pancasila!

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid