Aliza Gunado: Isu Pilpres Jangan Dibolak-balik

Jakarta, Berdikari Online – Kamis, 30 November 2023 – DPP REPNAS Prabowo-Gibran melalui salah satu pengurusnya Aliza Gunado menanggapi isu-isu yang terjadi dalam beberapa hari belakangan ini yang dilontarkan oleh beberapa pihak.

Terkait isu yang dilontarkan oleh Capres Ganjar Pranowo atas pemberian nilai 5 kepada penegak hukum saat ini. Aliza Gunado menanggapi isu ini dengan mengatakan: “Sebaiknya Pak Ganjar mempertanyakan hal itu kepada sekelilingnya saja
karena kita tahu dari legislatif maupun eksekutif bahwa Menkopolhukamnya adalah Cawapres Pak Ganjar,  Kemenkumhamnya adalah menteri yang merupakan satu partai dengan Pak ganjar, lalu jika kita lihat di legislatif, Ketua Komisi III DPR RI juga merupakan  notabene satu partai dengan Pak ganjar juga.”

Mengenai seseorang yang menyatakan bahwa  kekuasaan saat ini seperti Orde Baru,
Aliza Gunado menyampaikan: “Sebenarnya yang perlu dipertanyakan maksud  Orde Baru itu apa dan siapa?”

Menurut Aliza, beberapa ciri atau tanda-tanda Orde Baru itu pertama-tama adalah kekuasaan yang tersentralisasi, sedangkan kita tahu saat ini, tidak ada kekuasaan yang hanya dimiliki oleh 1 partai politik namun merupakan gotong royong bersama-sama dari banyak partai. Terbukti di kabinet, banyak gabungan partai. Lalu Presiden 2014 & 2019 diusung dari koalisi beberapa partai bahkan partai pengusung utamanya adalah PDI Perjuangan.

Kedua, jika dikatakan mirip Orde Baru karena indikasi akan mobilisasi ASN, maka hal ini kita bisa lihat kemungkinan diduga siapa yang mampu melakukan ini. Yang pasti adalah kementerian yang menaungi ASN. Kita tahu MenPANRB adalah  petugas  partai dari  parpol tertentu.

Ketiga, jika isu dikatakan akan ada mobilisasi tenaga-tenaga perlindungan sosial seperti pendamping PKH. Hal ini juga kita bisa duga kemungkinan yang berwenang dan mungkin mampu melakukan hal ini adalah kementerian sosial, dan menteri itu pun merupakan petugas partai dari parpol tertentu.

Keempat, jika dikatakan ada indikasi  memobilisasi lapas maupun rutan, hal ini juga sama seperti di atas: kemungkinan diduga mampu melakukan hanyalah kementerian yang menaunginya yaitu kemenkumham yang kita tahu, kebetulan juga menterinya merupakan petugas partai politik tertentu.

Kelima, terkait perangkat-perangkat desa yang diduga bisa ditakut-takuti nanti kalau tidak memenangkan salah satu calon maka tidak akan dibantu pembangunan desanya. Hal ini juga sama yang diduga memungkinkan atau yang diduga bisa melakukan demikian merupakan kementerian yang menaunginya dan kita tahu kebetulan menterinya juga dari partai tertentu.

Keenam, salah satu lagi cirinya adalah ketika intelijen digunakan  untuk kepentingan tertentu seperti yang viral saat ini di media-media yaitu diduga Pakta Integritas   antara Kabinda salah satu daerah dengan PJ Bupati di daerah tersebut untuk mendukung dan memenangkan salah satu Capres yaitu Ganjar Pranowo.

“Jadi dari beberapa point di atas  mengenai kalimat seseorang mengatakan, yang berkuasa saat  ini adalah seperti Orde Baru, arti sebenarnya itu perkataan lebih baik disampaikan kepada siapa untuk siapa?” gugat Aliza.

Terkait isu mengenai Capres Anies Baswedan  yang menyatakan perpindahan IKN ke tengah hutan dan bisa terjadi ketimpangan baru untuk beberapa daerah, Aliza Gunado juga  mengatakan: “Sebaiknya Capres tersebut berdiskusi atau berbicaralah terlebih dahulu kepada Cawapresnya karena PKB juga ikut menyetujui dan ikut menandatangani saat pembahasan di DPR RI serta pengesahan Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) yang Ketua Umum PKB saat ini menjadi cawapresnya yaitu Cak Imin.

“Nah, apakah mereka belum sempat ngobrol terkait IKN?”

Terkait isu Persatuan Indonesia, Aliza menyampaikan: “Sudah bukan bahan perdebatan lagi karena kita semua tahu bahwa selama ini yang niat tulus dan berjuang untuk Persatuan Indonesia hanya pasangan Prabowo-Gibran.”

Menurut Aliza juga, sejak 2019, Prabowo bergabung dengan Jokowi untuk bersama-sama dalam satu pemerintahan demi wujudnya Persatuan Indonesia setelah Pilpres 2019.
Di dunia, hanya di sini kita bisa lihat antara rival bekerjasama demi bangsanya dengan menyampingkan ego masing-masing.

Terakhir, Aliza Gunado menyampaikan agar semua tim sukses maupun tim pemenangan ataupun kepada seluruh masyarakat menghentikan hasutan provokatif.

“Mari kita sambut demokrasi ini dengan  santuy riang gembira,” pesan Aliza, yang juga dikenal sebagai kader muda Partai Golkar.

(Amir)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid