78 Tahun Kemerdekaan Indonesia Dan Industri Nasional

“Merdeka hanya sebuah jembatan. Walaupun jembatan emas disebarang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis“ (Ir. Sukarno)

Cita-cita kemerdekaan Indonesia yang diperjuangkan oleh para pendiri bangsa (founding father) dengan air mata, darah dan nyawa haruslah dimaknai dan diwujudkan oleh negara tanpa ada perbedaan klas baik suku, ras, agama maupun gender sebagaimana dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia  (BPUPKI) 1 Juni 1945, Ir. Sukarno  dengan nampak berkarismatik serta kecemerlangan pikiran meyakinkan kepada anggota sidang dan juga Ketua Sidang Radjiman Wedyodiningrat bahwa negara yang berkehendak untuk merdeka dari penjajahan bangsa  asing harus memiliki dasar negara “philosofische grondslag” yang kemudian dinamai oleh Ir.sukarno: Pancasila atau Lima Dasar yaitu Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial dan Ketuhanan.

Ir. Sukarno terus menjelaskan apabila ada anggota sidang yang tidak berkenan dengan Pancasila, maka akan diperas menjadi Trisila atau Tiga Dasar:  Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi dan Ketuhanan,  kemudian Trisila diperas lagi oleh Ir. Sukarno menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong.

Kemerdekaan Indonesia telah diakui secara de facto dan de jure pada tanggal 17 Agustus 1945 saat naskah Proklamasi dibacakan oleh Ir. Sukarno, di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta Pusat.

Pada 17 Agustus 2023, Indonesia telah memasuki usia ke-78 tahun. Jika disamakan dengan usia manusia, Indonesia telah lanjut usia (lansia). Tidak lagi terbilang muda tetapi kesejahteraan dan keadilan di lapangan politik, ekonomi dan sosial budaya  yang dinantikan oleh kaum papa belum dapat sepenuhnya diwujudkan oleh negara.

Di penghujung masa jabatan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, pada 1 Januari 2020, Pemerintahan nasional Joko Widodo dan Ma’ruf Amin telah memberlakukan strategi Hilirisasi Industri melalui Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 tahun 2019 tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral nomor 25 tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara.

2 (Dua) tahun berjalan (terhitung 2020-2023), penerapan strategi Hilirisasi telah memberikan keuntungan finansial bagi penerimaan negara sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Sebelum pelarangan ekspor barang mentah berupa bijih (ore) nikel pada 2020, Indonesia hanya mendapat sekitar Rp 17 triliun, namun setelah masuk ke industrial downstreaming seperti Hilirisasi, keuntungan yang didapat Indonesia naik menjadi Rp 510 triliun.  Keuntungan meroket 29 kali lipat, ditambah melalui sektor perpajakan seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Presiden Joko Widodo juga menegaskan negara mana pun, organisasi internasional apapun, tidak bisa menghentikan keinginan kita untuk industrialisasi, untuk Hilirisasi dari ekspor bahan mentah ke barang setengah jadi atau barang jadi. Karena kita ingin nilai tambah ada di dalam negeri.

Agus Jabo Priyono, Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur, PRIMA, pun menyatakan dukungan bersyarat:

“Kami mendukung hilirisasi, mendukung pembangunan industri nasional yang kuat dan mandiri, sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan untuk asing atau orang-orang super kaya! Kehidupan kita 25, 50, 100 tahun ke depan ditentukan oleh sikap kita sekarang.”

Kita pun berharap pembangunan Industri nasional terjadi di semua sektor baik perikanan, kelautan, perkebunan, pertanian maupun pertambangan. Industrialisasi nasional itu harus diwujudkan oleh negara dari desa, daerah sampai tingkat nasional dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Badan Usaha Milik Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dilandasi semangat bergotong-royong dan tidak menyimpang dari UUD 1945 Pasal 33 sebagai landasan pembangunan ekonomi nasional demi terwujudnya kesejahteraan rakyat.

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid