6 Hal Paling Mematikan di AS

Sejak serangan 11 September 2001 itu, terorisme menjadi satu momok paling menakutkan di Amerika Serikat (AS). Tak mengherankan, isu terorisme menjadi satu komoditas politik yang laku di pasar politik Paman Sam.

Namun, bicara teror, bahkan kematian, rupanya ada banyak hal yang lebih mematikan ketimbang terorisme. Berikut ini adalah daftarnya.

  1. Senjata

Merujuk ke data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sepanjang 2001 hingga 2013 ada 406.496 orang Amerika yang mati karena senjata api. Itu sudah termasuk kasus pembunuhan, bunuh diri dan kecelakaan.

Pada rentang waktu yang sama, jumlah orang Amerika yang mati karena terkait dengan serangan terorisme berkisar 3.380 orang. Perinciannya: 350 tewas karena aksi terorisme di luar AS, sedangkan 3030 tewas karena aksi terorisme di dalam AS.

Namun demikian, pemerintah AS membelanjakan triliunan dollar untuk memobilisasi tentara dan polisi untuk menghabisi terorisme.

  1. Rokok

Kembali merujuk data CDC, lebih dari 480.000 warga AS meninggal tiap tahunnya karena rokok. Itu sudah termasuk mereka yang hanya kebetulan menghisap asap rokok dari si perokok.

  1. Bunuh diri

Bunuh diri juga menyumbang kematian terbesar di AS. Dari data National Center for Health Statistics, pada tahun 2014 ada 42.773 orang Amerika yang bunuh diri. Bunuh diri ini sebagian besar terkait dengan kemiskinan, pekerjaan, keputusasaan dan kesehatan.

  1. Kecelakaan mobil

Kecelakaan di jalan raya juga menjadi penyumbang terbesar kematian di AS. Data National Safety Council menyebutkan, ada 38.300 orang yang mati di jalanan AS. Belum ditambah dengan 4,4 juta orang yang mengalami luka-luka.

  1. Perang melawan teror

Sejak serangan 11 September 2001, AS memulai kampanye besar yang disebut “perang melawan teror”. Tahukah anda, perang suci yang dikobarkan oleh George Bush itu telah menyebabkan 7000 orang amerika gugur.

Ini belum menghitung jumlah korban di luar AS akibat kampanye “perang melawan teror” ini, seperti di Afghanistan, Pakistan, Irak, Suriah, Libya dan lain-lain.

Sudah begitu, alih-alih mengurangi jumlah teroris, “perang melawan teror” justru memproduksi kelompok teroris yang lebih banyak, lebih militan dan lebih biadab. Kalau dulu hanya ada Al-Qaeda dan Taliban, sekarang ada ratusan kelompok teroris yang tersebar di Afrika dan timur tengah.

  1. Gelombang panas

Gelombang panas membunuh sedikitnya 1.400 orang Amerika setiap tahunnya. Diperkirakan, perubahan iklim akan menambah kematian hingga 20 kali lipat atau sekitar 28.000 per tahun pada dekade mendatang.

Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid