Fakta-Fakta Perang Vietnam

Perang Vietnam, yang resmi berakhir pada 30 April 1975, merupakan salah satu perang terbesar dan paling berdarah di sepanjang abad ke-20. 

Perang itu juga menunjukkan kebrutalan imperialisme Amerika Serikat. Meski sudah berlalu 46 tahun, ingatan tentang kekejian dan kengerian dalam perang itu masih terus membayang.

Berikut ini 1o fakta tentang perang Vietnam:

#1

Perang Vietnam membunuh setidaknya 3 juta orang. Sebanyak 2 juta orang warga sipil, sedangkan 1,1 juta orang adalah pejuang Vietnam utara. Perang juga melukai 5,3 juta warga sipil dan 11 juta orang mengungsi (Nick Turse, Kill Anything That Moves: The Real American War in Vietnam).

#2

Lebih dari 2,7 juta tentara AS, laki-laki dan perempuan, yang diterjunkan dalam perang tersebut. Sekitar 58.000 diantaranya tewas dan 150.000 orang terluka (Kementerian Pertahanan AS). 

#3

Pesawat militer AS menurunkan antara 5 juta hingga 7,8 juta peralatan perang selama perang Vietnam (hasil penelitian Kongres AS tahun 2014). 

#4

Jumlah amunisi yang ditembakkan per tentara selama perang Vietnam adalah 26 kali lebih banyak dibanding selama perang dunia ke-2 (Nick Turse, Kill Anything That Moves).

#5

Setelah 40 tahun perang berlalu, diperkirakan masih ada 800.000 ton bom atau amunisi yang belum meledak (unexploded ordnance/UXO). Termasuk bom dan ranjau darat yang tersebar di 18,7 persen wilayah Vietnam. Versi pemerintah Vietnam, seperlima wilayah Vietnam terkontaminasi oleh bahan peledak yang belum meledak. Kadang-kadang meledak. Setidaknya, ada 1500 orang tewas karena ranjau dan bom ini.

#6

Sementara, sepanjang 1945 hingga 1975, dari berperang melawan Perancis hingga AS, ada 15 juta ton bahan peledak yang dijatuhkan di daratan Vietnam. Jumlah itu empat kali lipat dibanding perang dunia kedua.

#7

Biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah AS untuk perang di Vietnam mencapai 173 milyar US dollar; setara dengan 843.63 milyar USD di tahun 2019. Angka itu itu setara dengan 2,3 persen PDB AS di tahun 1968 (Departemen Pertahanan AS).

#8

Sepanjang 1962 hingga 1971, militer AS menyemprotkan sekitar 20 juta galon agen oranye, senyawa kimia sejenis herbisida dan defolian, untuk membumihanguskan tutupan hutan dan sumber pangan Vietnam. Diperkirakan 2,1 juta jiwa hingga 4,6 juta jiwa rakyat Vietnam terdampak langsung oleh senjata kimia itu, mulai dari kanker, cacat sejak lahir, dan penyakit kronis lainnya (Palang Merah Vietnam).

#9

Menurut Nick Turse, untuk memotivasi prajuritnya dalam membunuh lebih banyak gerilyawan atau pejuang vietnam (Vietkong), militer AS membuat kompetisi antar kesatuan dan antar unit. Sebagai hadiah, pemenang akan dituliskan di sebuah papan pengumuman (kill board). Kadang juga diberi hari libur atau tambahan sekotak bir.

#10

Demi memenangkan psikologi pasukannya, militer Vietnam mendehumanisasi orang-orang Vietnam. Dari menyebut orang Vietnam bukan manusia, orang bodoh, hingga panggilan-panggilan yang merendahkan. Seperti panggilan “gook”, yang berbau rasial terhadap orang asia (seperti Negro terhadap orang Afrika).

#11

Sekitar 76 persen tentara AS yang digiring ke perang Vietnam berasal dari latar belakang kaum miskin dan pekerja. Kemudian, kendati jumlah Afrika-Amerika di AS kala itu hanya berkisar 11 persen, tetapi jumlah Afrika-Amerika yang digiring ke perang Vietnam mencapai 10,6 persen dari keseluruhan tentara yang bertugas di perang Vietnam.

#12

Seiriang dengan menguatnya demonstrasi menentang perang Vietnam, sikap penolakan publik AS terhadap perang ini juga meningkat dari tahun ke tahun. Jajak pendapat Gallup menunjukkan, pada 1965 ada 25 persen orang AS yang menentang perang Vietnam. Naik menjadi 37 persen pada 1967. Naik lagi menjadi 50 persen setahun kemudian. Pada 1969, jumlahnya sudah 58 persen. Artinya, dalam tahun-tahun menjelang kekalahan AS di perang itu, dukungan rakyatnya sudah hilang.

RAYMOND SAMUEL

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid